Breaking News:

Berita Klungkung

Dicecar 100 Pertanyaan, Tersangka Dugaan Korupsi Penjualan Air PDAM Nusa Penida Diperiksa 5 Jam

Tersangka dugaan perkara tindak pidana korupsi Penjualan Air Tangki  Perumda Tirta Mahottama, IKN dan IKS menjalani pemeriksaan di Kantor Cabang Kejar

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Tersangka dugaan perkara tindak pidana korupsi Penjualan Air Tangki Perumda Tirta Mahottama, saat diperiksa Cabang Kejari Klungkung di Nusa Penida, Kamis 30 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Tersangka dugaan perkara tindak pidana korupsi Penjualan Air Tangki  Perumda Tirta Mahottama, IKN dan IKS menjalani pemeriksaan di Kantor Cabang Kejari Klungkung di Nusa Penida, Kamis 30 September 2021.

Keduanya dicecar 100 pertanyaan selama 5 jam. 

Kepala Cabang Kejaksaan Nusa Penida I Putu Gede Darmawan Hadi Seputra menjelaskan, kedua tersangka diperiksa mulai pukul 09.00 Wita.

Keduanya datang tanpa penasihat hukum, sehingga pihak penyidik menunjuk penasihat hukum negara untuk tetap pemenuhan hak terhadap tersangka.

Baca juga: 14 Lingga Ditemukan, Diperkirakan Peninggalan Masa Kerajaan, Wabup Klungkung Minta Dikaji

" Para tersangka sempat menolak untuk didampingi penasehat hukum. Mungkin mereka belum berkoordinasi atau kemungkinan karena mereka sudah mengerti dengan pemeriksaannya."

"Namun kita tetap memberikan hak para tersangka, sehingga kami tunjuk penasehat hukum yang dibiayai oleh negara," ujar Putu Gede Darmawan Hadi Seputra.

Kedua tersangka dicecar 100 pertanyaan oleh penyidik, terkait dengan dugaan korupsi penjualan air tangki  PDAM Tirta Mahottama dari periode Mei 2018 sampai dengan September 2019. Keduanya diperiksa sampai pukul 14.00 Wita. 

Baca juga: 14 Lingga Ditemukan di Area Persawahan Desa Bakas Klungkung, Diperkirakan Peninggalan Zaman Kerajaan

"Saat ini para tersangka belum ditahan. Sambil kami melengkapi administrasi dan menunggu penghitungan kerugian negara dari Inspektorat Kabupaten Klungkung," jelasnya.

Menurutnya pihak Inspektorat masih dalam proses dalam melakukan penghitungan kerugian negara, dengan turun langsung ke Nusa Penida selama 2 hari, pada tanggal 27 September 2021 dan 28 September 2021. 

Pemeriksa dari inspektorat  melakukan konfirmasi kepada masyarakat para pembeli air di Nusa Penida, termasuk ke pihak Perumda Tirta Mahottama Klungkung.

Baca juga: Mata Air Tabuanan Baru Bisa Dipakai 2 Liter/Detik, 2 Dusun di Desa Sekartaji Masih Sulit Air Bersih

Diberitakan sebelumnya, oknum pegawai Perumda Tirta Mahottama Cabang Nusa Penida, IKN dan IKS ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi penjualan air tangki.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka, setelah jaksa mengklaim sudah memiliki dua alat bukti yang cukup.

Dari hasil penyidikan, kedua tersangka diduga tidak menyetorkan keseluruhan uang hasil penjualan air tangki itu ke kas Perumda Tirta Mahottama dari periode Mei 2018 sampai dengan September 2019. 

Selain itu kedua tersangka juga diduga mencetak kwitansi di luar sistem yang ditentukan PDAM Klungkung. Saat ini pihak Cabjari Nusa Penida masih menunggu hasil audit kerugian negara, dari Inspektorat Klungkung. (*)

Berita lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved