Berita Denpasar

Pengamen Maudeng Dijemput Keluarga, Dinsos Denpasar: Kebanyakan Masih di Bawah Umur

Tiga pengamen di bawah umur yang menggunakan udeng dan dimankan Satpol PP Kota Denpasar yakni NB (16), IMA (11), dan IKIW (15)

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Tiga pengamen maudeng dijemput keluarganya di Dinas Sosial Denpasar - Pengamen Maudeng Dijemput Keluarga, Dinsos Denpasar: Kebanyakan Masih di Bawah Umur 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tiga pengamen di bawah umur yang menggunakan udeng dan dimankan Satpol PP Kota Denpasar yakni NB (16), IMA (11), dan IKIW (15) dijemput oleh keluarganya di Dinas Sosial Kota Denpasar, Rabu 29 September 2021.

Sebelum diizinkan pulang, keluarga penjemput diminta untuk menandatangani surat pernyataan agar mengawasi anggota keluarganya dan tidak mengizinkan mereka turun mengamen di pinggir jalan lagi.

I Wayan Reski yang merupakan ayah dari IMA (11) selama ini memang tidak melarang anaknya mengamen.Hal itu karena anaknya membantu dirinya mencari uang.

"Saya tidak melarang, karena penghasilan saya kecil dari menjadi buruh bangunan. Kadang dapat Rp 90 ribu, kadang tidak ada kerjaan," katanya.

Baca juga: Pemprov Bali Siapkan Pelatihan Kerja dan UMKM Bagi Para Pengamen Berpakaian Adat

Menurutnya, penghasilan tersebut tidak mencukupi untuk kehidupannya sehari-hari bersama keluarganya di Denpasar.

Ia kos di kawasan Jalan Kusuma Bangsa 2, Denpasar, Bali. Dengan kejadian ini Reski mengaku akan membina anaknya.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Denpasar, AA Ayu Diah Kurniawati mengatakan, telah berkali-kali melakukan pembinaan dan pemulangan pengamen ini.

Tetapi masih saja ada pengamen yang baru yang datang dan diamankan.

"Ini kebanyakan masih di bawah umur. Tidak bisa kami pantau mereka, karena ini kesadaran orangtua masing-masing," kata Kurniawati.

Ia menambahkan, belakangan ini kebanyakan pengamen, termasuk gepeng yang paling banyak diamankan merupakan warga Karangasem.

"Dulu kebanyakan dari luar Bali, tapi belakangan didominasi warga Karangasem. Dan rata-rata mereka kos di kawasan Jalan Bung Tomo dan sekitarnya,” katanya.

Pihaknya pun mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemda Karangasem untuk proses pemulangan. Tetapi banyak yang beralasan karena ekonominya sulit sehingga sulit dikontrol.

"Karena berasal dari luar Denpasar, kami hanya sebatas mengembalikan ke keluarga kalau ada penjamin dengan menandatangani surat pernyataan," katanya.

Apabila pengamen maupun gepeng tersebut dari luar Bali, pihaknya melakukan koordinasi dengan Dinsos Provinsi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved