Breaking News:

Ketum LDII: Selain Komunisme, Liberalisme dan Fundamentalisme Berpotensi Runtuhkan Pancasila

Selain komunisme, ada ideologi lain yang berpotensi meruntuhkan Pancasila. Yakni liberalisme dan fundamentalisme.

Editor: M. Firdian Sani
Istimewa
Ketua Umum DPP LDII K.H. Chriswanto Santoso. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selain komunisme, ada ideologi lain yang berpotensi meruntuhkan Pancasila. Yakni liberalisme dan fundamentalisme.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum DPP LDII K.H. Chriswanto Santoso.

Chriswanto menegaskan, Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap Oktober merupakan pengingat bahaya komunisme yang melakukan kudeta pada 30 September.

Saat itu Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam gerakan itu menculik tujuh jenderal dan beberapa lainnya.

Gerakan itu untuk mengganti ideologi Pancasila dengan komunisme.

“Peristiwa tersebut tercatat jadi sejarah kelam Indonesia modern. Komunisme memang tak tampak lagi, namun sebagai ideologi ia tak kasat mata. Jadi, bangsa ini harus terus waspada,” ujar Chriswanto, Kamis (30/9).

Peringati Hari Kesaktian Pancasila Secara Virtual, Ini Pesan Wabup Jembrana Ipat

Chriswanto juga mengingatkan, bukan hanya komunisme tapi liberalisme bahkan gerakan fundamentalisme berbasis agama tertentu, bisa membahayakan ideologi negara tersebut, “Akibatnya, Pancasila memang masih jadi dasar negara, namun prilaku pejabat publik dan rakyatnya tak lagi Pancasilais,” ujar Chriswanto khawatir.

Menurutnya beberapa waktu lalu, ia dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj bertemu dan bersepakat untuk membendung pengaruh liberalisme dan fundamentalisme, di lingkungan ormas masing-masing, “Ormas-ormas Islam berhadapan dengan dua kutub persoalan, yakni liberalisme yang di antaranya mendorong kebebasan individu, sementara di sisi lain terdapat fundamentalisme yang membuat seseorang tidak toleran terhadap perbedaan,” ujarnya.

Liberalisme menurut KH Chriswanto Santoso pada banyak hal, memiliki kandungan positif.

Seperti mendorong seseorang untuk memperoleh haknya dalam kesejahteraan dengan berkompetisi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved