Breaking News:

Berita Denpasar

September 2021, Kota Denpasar Alami Inflasi Sebesar 0,19 Persen, Kota Singaraja Deflasi 0,45 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali catatkan jumlah inflasi dan deflasi di dua wilayah di Bali.

Istimewa
Kepala Badan Pusat Statistika (BPS) Provinsi Bali, Hanif Yahya dalam acara live Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Bali, Rabu 2 Juni 2021 lalu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali catatkan jumlah inflasi dan deflasi di dua wilayah di Bali.

Disebutkan bahwa, Kota Denpasar tercatat mengalami inflasi pada September 2021 sejumlah 0,19 persen yang ditunjukkan dengan peningkatan Indeks Harga Konsumen (tahun dasar 2018=100) dari 104,83 pada Agustus 2021 menjadi 105,03 pada September 2021

Sedangkan untuk tingkat inflasi tahun kalender (year to date/ytd) dan tingkat inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) tercatat masing-masing setinggi 0,78 persen dan 1,35 persen.

Dari sebelas kelompok pengeluaran, lima kelompok pengeluaran tercatat mengalami inflasi dan empat kelompok pengeluaran lainnya tercatat mengalami deflasi.

"Ada dua kelompok lainnya tercatat tidak mengalami perubahan indeks atau stagnan. Di sisi lain, pada September 2021, Kota Singaraja tercatat mengalami deflasi sedalam 0,45 persen dengan IHK (tahun dasar 2018=100) sebesar 106,70. Tingkat inflasi tahun kalender September 2021 setinggi 0,47 persen. Sementara itu, tingkat inflasi tahun ke tahun (yoy) tercatat setinggi 1,72 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Hanif Yahya, pada Jumat 1 Oktober 2021. 

Lebih lanjutnya, ia menerangkan tiga kelompok pengeluaran tercatat mengalami deflasi (mtm) dan tiga kelompok pengeluaran lainnya tercatat mengalami inflasi.

Sedangkan lima kelompok pengeluaran lainnya tercatat tidak mengalami perubahan indeks atau stagnan.

“Komoditas yang tercatat memberikan sumbangan deflasi pada bulan September 2021 antara lain beras, cabai rawit, canang sari, tongkol diawetkan, bawang merah, tomat, daging babi, telur ayam ras, dan pisang,” tambahnya.

Dari 90 kota IHK, tercatat 34 kota mengalami inflasi dan 56 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi tercatat di Kota Pangkal Pinang setinggi 0,60 persen, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Surakarta setinggi 0,01 persen.

Jika diurutkan dari inflasi tertinggi, maka Kota Denpasar menempati urutan ke-19 dari 34 kota yang mengalami inflasi.

Baca juga: BPS Provinsi Bali Catatkan Perkembangan Ekonomi di Bali Semester 1-2021 Tumbuh 5,73 Persen

Baca juga: Dorong Pemulihan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Kucurkan Bantuan 60 Milliar

Sementara untuk deflasi, Singaraja menempati urutan ke-8 dari 56 kota yang mengalami deflasi. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved