Breaking News:

Berita Klungkung

Pembangunan di Nusa Penida Terkendala Angkutan Material

Permasalahan pengangkutan material masih menjadi kendala dalam pembangunan fisik di Nusa Penida.

Tribun Bali/Eka Mita
Kadishub Klungkung I Nyoman Sucitra - Pembangunan di Nusa Penida Terkendala Angkutan Material 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Permasalahan pengangkutan material masih menjadi kendala dalam pembangunan fisik di Nusa Penida.

Seperti yang ditemui pada proyek pembangunan jaringan distribusi air bersih di Desa Sekartaji, Nusa Penida, Klungkung, Bali.

Pipa yang seharusnya sudah terpasang di lokasi proyek, justru belum datang karena terhambat di penyeberangan.

Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta, meminta Dishub untuk berkoordinasi dengan pihak kapal Landing Craft Tank (LCT) agar penyeberangan material bisa diupayakan lebih cepat.

Baca juga: Kendala Angkutan Material ke Nusa Penida, Kadishub: LCT Berangkat Hanya Jika Muatan Sudah Penuh

Semenjak Kapal Motor Penumpang (KMP) Nusa Jaya Abadi menjalani docking atau perawatan rutin, angkutan barang mengandalkan dua kapal LCT yang beroperasi dari Pelabuhan Padang Bai, menuju Nusa Penida.

Kepala Dinas Perhubungan Klungkung, I Nyoman Sucitra menjelaskan, saat ini ada dua LCT yang beroperasi untuk mengangkut barang dari Pelabuhan Padang Bai ke Nusa Penida, yakni LCT Bima yang memiliki kapasitas 18 truk dan LCT Arjuna yang mampu menampung 16 truk.

"Terkait material (untuk proyek pemerintah), seharunya bisa dikoordinasikan (dikirim) lebih dulu agar tidak ada keterlambatan. Karena pengaturan LCT di Pelabuhan Padang Bai menjadi kewenangan organda setempat serta ASDP. Jika berangkat dari Pelabuhan Nusa Penida baru bisa kami lakukan pengaturan," ungkap Sucitra, Jumat 1 Oktober 2021.

Kata dia, selama ini keberangkatan LCT biasanya mempertimbangkan profit atau keuntungan.

Kapal pasti berangkat, jika barang yang dimuat sudah penuh.

Tidak seperti kapal NJP Nusa Jaya Abadi yang dikelola pemerintah, yang tetap berangkat walaupun muatan sedikit.

"Kalau berangkat dengan muatan sedikit, tentu LCT ini keberatan karena nanti rugi. Pada intinya kapal LCT akan berangkat jika muatan penuh," ungkapnya.

Dengan demikian para pelaksana proyek, sebaiknya melakukan pengiriman mendahului dan tidak dalam waktu mepet sehingga tidak ada masalah di penyeberangan.

"Kalau dipaksa berangkat cuma angkut material yang jumlahnya tidak seberapa, tentu pihak LCT rugi karena cost penyeberangan itu tinggi," jelasnya. (*).

Baca juga: Dishub Klungkung Berencana Tambah Kapal Roro Layani Penyeberangan ke Nusa Penida

Kumpulan Artikel Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved