Breaking News:

Kritik Beragam Masalah Muncul dari Lapas & Rutan, GMI Gelar Unjuk Rasa di Kantor Kemenkumham

Masyarakat yang menamakan diri Gerakan Milenial Indonesia (GMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia

Istimewa
Aksi unjuk rasa GMI yang sempat diwarnai ketegangan karena pengambilan paksa spanduk tuntutan, di depan Kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, pada Kamis 30 September 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Masyarakat yang menamakan diri Gerakan Milenial Indonesia (GMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Jakarta Selatan, pada Kamis 30 September 2021.

Namun aksi unjuk rasa itu sempat diwarnai ketegangan, pasalnya ada seorang oknum mengambil paksa spanduk tuntutan peserta unjuk rasa yang mereka bentangkan di depan Kantor Kemenkumham.

Koordinator aksi dari GMI, Ahmad menerangkan bahwa pihaknya meminta Menkumham Yasonna Laoly untuk mengevaluasi pejabat di lingkungan Kemenkumham yang kinerjanya kurang baik. 

Berbagai kasus dan permasalahan terjadi dari dalam lembaga pemasyarakatan bahkan hingga menyebabkan hilangnya nyawa, seperti contohnya kebakaran Lapas Tangerang, menjadi cerminan dan salah satu tolok ukur serta landasan aksi unjuk rasa.

Hasil Kualifikasi MotoGP Americas 2021: Bagnaia Vs Quartararo, Marquez ke-3, Rossi ke-20

"Aksi ini merupakan sebuah kritik kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait peristiwa kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang beberapa waktu lalu yang menyebabkan puluhan korban jiwa dan berbagai kasus yang muncul di Lapas maupun di Rutan lainnya," tegas Ahmad dalam sebuah keterangan yang diterima Tribun Bali, Sabtu 2 Oktober 2021. 

Upaya pengambilan paksa spanduk di tengah aksi terekam jelas dalam sebuah video berdurasi 1 menit 12 detik yang tersebar di media sosial maupun melalui tayangan televisi, disampaikan Ahmad oknum tersebut berdalih aksi tidak berizin, akan tetapi Ahmad menyangkalnya. 

Bunyi tuntutan dalam spanduk tersebut ialah mendesak Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk mundur dari jabatannya. 

"Saat kami berorasi, ada petugas menarik spanduk kami dengan alasan kami tidak memiliki izin. Padahal sudah jelas kami menyampaikan ada izinnya," papar tokoh GMI itu.

Tim Kejari Denpasar Eksekusi Bos BPR Legian ke Lapas Kerobokan

Tindakan oknum petugas Kemenkumham yang merebut spanduk peserta aksi unjuk rasa GMI, menurut Ahmad, malah terkesan menutup-nutupi berbagai berbagai kejadian buruk yang muncul.

Berbagai kasus yang muncul itu diantaranya kasus pemotongan tangan warga negara asing oleh narapidana di Lapas Sekayu. 

Kemudian kasus Adelin Lis yang memalsukan paspor, dimana ada dugaan oknum pejabat Imigrasi Jakarta Utara terlibat yang justru mendapat posisi tinggi di Kemenkumham

Seperti yang dikemukakan Ahmad, kasus yang menonjol lainnya yakni kasus pembunuhan dan penganiayaan terhadap buruh di Gedung Kemenkumham yang tak kunjung tuntas penanganannya. 

Serta kasus lain seperti tenggelamnya Kapal Pengayoman di Perairan Cilacap dan kasus - kasus seperti narkoba di dalam Lapas maupun di rutan yang tak kunjung tuntas penanganannya. (*)

Ikuti berita terkini Tribun Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved