Breaking News:

Berita Denpasar

3 Jam Minta-minta Bisa Raup Rp 100 Ribu, Satpol PP Denpasar: Kami Beri Pengemis Pekerjaan

Satpol PP menyatakan Denpasar adalah tempat yang disenangi gelandangan, pengemis, pengamen dalam meraup keuntungan dengan meminta-minta.

Putu Supartika
Pengamen maudeng yang ditertibkan Satpol PP Denpasar - 3 Jam Minta-minta Bisa Raup Rp 100 Ribu, Satpol PP Denpasar: Kami Beri Pengemis Pekerjaan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satpol PP menyatakan Denpasar adalah tempat yang disenangi gelandangan, pengemis, pengamen dalam meraup keuntungan dengan meminta-minta.

Mereka yang terjaring razia sudah diberikan pekerjaan namun justru kabur.

Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, pengemis adalah masalah sosial yang mengganggu ketertiban umum.

Kata dia munculnya sudah dari dulu bahkan jauh sebelum pandemi.

Baca juga: Perbekel Tianyar Tengah akan Nasihati Nengah, Satpol PP Denpasar Tertibkan Gelandangan & Pengemis

"Hal ini sudah sering dibahas dan komunikasikan, dari tempat binaan kami sudah banyak coba carikan pola memfasilitasi menyalurkan pekerjaan sudah dilakukan hingga memberikan konseling," ujar Sayoga, Minggu 3 Oktober 2021.

Ia menjelaskan, ada yang diberi pekerjaan di yayasan, sekolah pasar, tempat makan, tenaga kebersihan, perawat kebun, asisten rumah tangga dan sebegainya.

Namun dari laporan yang ia terima, mereka justru kabur dari tempat kerja.

"Kami juga melihat dari latar belakang pendidikan dalam memberikan pekerjaan, namun mereka lebih memilih meminta-minta dibanding penghasilan dari bekerja, mereka 2-3 jam dari meminta-minta bisa dapat sekitar Rp 100 ribu," paparnya.

Sementara itu, terkait pengamen berbusana adat Bali yang berada di traffic light di Kota Denpasar dan sekitarnya, Dewa mengatakan tidak semua berasal dari Bali.

Ada pula yang dari luar Bali, busana hanya modus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved