Breaking News:

Berita Bangli

Dana Insentif Daerah Bangli Anjlok Rp 79 Miliar, Pemkab Lakukan Penyesuaian APBD 2022

Kondisi ini mengakibatkan Pemkab Bangli harus merombak struktur anggaran yang telah direncanakan dalam Rancangan APBD 2022

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kepala BKPAD Bangli, I Ketut Riang 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Dana Insentif Daerah (DID) Bangli tahun 2022 mengalami penurunan drastis.

Besarnya penurunan dana perimbangan dari pemerintah pusat itu mencapai Rp 70 miliar lebih.

Kondisi ini mengakibatkan Pemkab Bangli harus merombak struktur anggaran yang telah direncanakan dalam Rancangan APBD 2022.

Kepala Badan Keuangan dan Pendapatan Asli Daerah (BKPAD) I Ketut Riang saat ditemui Senin (4/10/2021) membenarkan ihwal penurunan DID tersebut.

Baca juga: Vaksinasi Massal Covid-19 di Bangli, Warga Antusias Vaksin Hasil dari Pendekatan

Ia mengatakan kondisi ini tidak hanya terjadi di Bangli, namun juga di beberapa Kabupaten lain di Bali.

Sesuai dengan SK Dirjen Perimbangan Keuangan, kata Riang, terdapat beberapa dana perimbangan dari pemerintah yang mengalami penurunan.

Seperti DID, yang pada tahun 2021 Bangli menerima Rp 89,5 miliar lebih, pada tahun 2022 hanya menerima Rp 10,5 miliar.

“Kita tidak tahu pertimbangan pemerintah pusat seperti apa, sehingga menyebabkan penurunan DID ini,” ujarnya.

Riang mengatakan, komponen penilaian dalam mendapatkan insentif daerah beragam.

Mulai dari inflansi daerah, tolak ukur evaluasi pemerintah daerah, sistem kinerja pemerintah daerah, tingkat kemiskinan, dan sebagainya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved