Breaking News:

Berita Buleleng

DPRD Buleleng Rancang Ranperda Inisiatif Dewan Tentang Sistem Pertanian Organik

Pembatasan pupuk kimia ini dilakukan oleh pemerintah mengingat tingkat keasaman tanah di Buleleng sangat tinggi hingga PH dibawah 6.

(Tribun Bali/Rizal Fanany)
ilustrasi - Eko Martono menyirami lahan pertanian organik yang ia kelola bersama istri dan kolega di Kebun Kalpataru 

Sementara Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Ketut Sumiarta menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi Ranperda inisiatif anggota dewan tersebut.

Sejauh ini khusus untuk tanaman pangan berupa padi, sistem organik telah dikembangkan hingga 50 hektar di beberapa desa yang ada di Buleleng.

Selain itu sayuran organik juga telah dikembangkan di Desa Gobleg.

Terkait pupuk kimia, sejak tahun ini pemerintah pusat kata Sumiarta memang telah mengurangi jumlah penggunaannya dimana untuk satu hektar sawah, hanya boleh menggunakan 125 kilogram pupuk dari sebelumnya 225 kilogram.

Sementara pasokan pupuk kimia per tahunnya  juga telah dikurangi dari sebelumnya mencapai 8.000 ton, kini mencapai 6.000 ton. (*)

Artikel lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved