Breaking News:

China

Gurita Bisnis Evergrande Memicu Krisis Global, Dampaknya Bisa Menjalar Sampai Indonesia

Evergrande mendapat sorotan publik karena kesulitan membayar utang senilai lebih dari 400 miliar dollar AS atau sekira Rp 4.000 triliun.

Editor: DionDBPutra
AFP/NOEL CELIS
Foto diambil pada 17 September 2021 menunjukkan seorang pria berjalan melewati kompleks perumahan dari pengembang properti China Evergrande di Guangzhou, provinsi Guangdong. Pengembang terbesar itu kini di ambang kehancuran. 

TRIBUN-BALI.COM – Gurita bisnis perusahaan raksasa China, Evergrande yang berisiko mengalami kebangkrutan memicu krisis global. Dampaknya sudah terasa. Swedia kena duluan dan berpeluang menjalar hingga ke Indonesia.

Evergrande mendapat sorotan publik karena kesulitan membayar utang senilai lebih dari 400 miliar dollar AS atau sekira Rp 4.000 triliun.

Gurita bisnis Evergrande sangat besar di berbagai sektor mulai dari properti, real estate, klub sepak bola, susu formula bayi sampai pabrik mobil listrik.

Baca juga: Indonesia Resmi Resesi, Bakal Berujung Krisis Ekonomi?

Baca juga: Dampak Krisis Ekonomi Akibat Pandemi, Buah Lokal Mulai Dilirik Saat Hari Keagamaan Di Bali

Kini Evergrande berisiko mengalami gagal bayar lantaran keterbatasan uang tunai perusahaan. Kemelut Evergrande dikhawatirkan memicu krisis ekonomi global.

Hari Sabtu 2 Oktober 2021, Bloomberg melaporkan dampak dari krisis Evergrande sudah terasa di Swedia.

National Electric Vehicle Sweden AB (NEVS), perusahaan Swedia yang mengembangkan kendaraan listrik bersama anak perusahaan Evergrande, Evergrande New Energy Vehicle Group, baru saja memecat 300 karyawan.

Jumlah tersebut hampir separuh dari total karyawan yang berjumlah 670 pekerja.

“Karena kurangnya dana dari Evergrande New Energy Vehicle Group, kami harus memangkas (jumlah) karyawan dan pengembangan kendaraan listrik dihentikan,” kata seorang anggota NEVS.

Menurut CEO NEVS Stefan Tilk, pihaknya tengah mencari investor baru sebagaimana dilansir The Dong-a Ilbo.

Evergrande New Energy Vehicle Group sebenarnya telah mempersiapkan produksi massal kendaraan listrik tahun depan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved