Breaking News:

Info Populer

Mulai Bulan Depan, Naik Pesawat dan Kereta Api Tak Perlu Akses Aplikasi PeduliLindungi

Pemerintah membuat kebijakan bagi masyarakat yang tidak bisa mengakses aplikasi PeduliLindungi, saat hendak melakukan perjalanan udara dan kereta api.

Editor: Noviana Windri
ITDC
Pengguna aplikasi PeduliLindungi tengah menscan barcode cek in di salah satu tujuan tempat kawasan The Nusa Dua - Keamanan Data Pengguna Aplikasi PeduliLindungi Menjadi Prioritas Utama Pemerintah 

TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah membuat kebijakan bagi masyarakat yang tidak bisa mengakses aplikasi PeduliLindungi, saat hendak melakukan perjalanan udara dan kereta api.

Kebijakan naik KA dan pesawat tanpa aplikasi PeduliLindungi ini diberlakukan mulai Oktober mendatang, sebagaimana disampaikan Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji.

Kendati demikian, kebijakan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mempunyai ponsel pintar dan mereka yang tidak dapat mengakses aplikasi PeduliLindungi.

Melalui nomor induk kependudukan (NIK) saat membeli tiket, mereka tetap teridentifikasi status hasil swab PCR maupun antigen dan sertifikat vaksinnya.

“Sudah kami berlakukan di bandara, misalnya di bandara itu bahkan di tiket sudah kita integrasikan. Kalau naik kereta api itu sudah tervaludasi pada saat pesan tiket, sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen),” kata Setiaji, melalui keterangan tertulis yang dikutip Kompas.com, Senin (27/9/2021).

Baca juga: Pemprov Bali Terapkan Aplikasi PeduliLindungi di Semua Kantor Pemerintahan

Baca juga: Pedagang Lumpia Pun Bisa Scan, Pantai Matahari Terbit dan Sanur Terapkan Aplikasi PeduliLindungi

Baca juga: PeduliLindungi Digadang Akan Menjadi Aplikasi Pembayaran Digital, Celios: Kurang Nyambung

Cukup dengan NIK Untuk tempat yang tidak terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, lanjut dia, masyarakat dapat memeriksanya secara mandiri.

Caranya cukup masukkan NIK pada aplikasi PeduliLindungi, dan otomatis muncul keterangan yang bersangkutan statusnya layak atau tidak masuk ke tempat tersebut.

“Di PeduliLindungi itu sudah ada fitur untuk self check. Jadi sebelum berangkat orang-orang bisa menggunakan self-check terhadap dirinya sendiri,” jelas Setiaji.

Ia menambahkan, saat ini jumlah akses aplikasi PeduliLindungi hampir menyentuh angka 9 juta dan 48 juta kali diunduh, dengan kurang lebih 55 juta pengguna bulanan.

Integrasi dengan platform lain Selain memberlakukan penggunaan NIK, Kemenkes juga melakukan koordinasi dengan platform-platform digital seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, Link Aja, dan aplikasi Pemerintah Jakarta (Jaki).

Sehingga, masyarakat tidak harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi, melainkan dapat mendapatkan fitur-fitur yang ada di aplikasi PeduliLindungi pada platform-platform tersebut.

Baca juga: Director Celios Tanggapi Terkait PeduliLindungi yang Digadang Akan Menjadi Alat Pembayaran Digital

Baca juga: 2 Pantai di Sanur Terapkan Aplikasi PeduliLindungi, Dishub Denpasar Minta Ganjil Genap Dievaluasi

Baca juga: Belum Semua Tempat Wisata hingga Restoran di Buleleng Pakai PeduliLindungi, Suwarmawan: Aktif Baru 7

“Ini akan launching di bulan Oktober ini. ada proses dimana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang. Jadi aplikasi yang paling banyak digunakan itu kan seperti ada Gojek, Grab, Tokopedia, dan lain sebagainya. Itu bisa digunakan untuk bisa masuk ke berbagai macam fitur yang ada di PeduliLindungi,” ujar Setiaji.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Bulan depan naik ka dan pesawat tanpa aplikasi pedulilindungi dengan syarat

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved