Berita Bali

Pariwisata Internasional Dibuka 14 Oktober 2021, Bali Harus Siapkan Kapasitas Karantina 8 Kali Lipat

Salah satunya, kapasitas karantina yang harus disiapkan sebanyak delapan kali lipat dari jumlah kedatangan.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Rizal Fanany
Wisatawan asing bermain dan menanti sunset di Pantai Batu Bolong, Kuta Utara, Badung, Selasa (29/12/2020). Pemerintah berencana membuka kembali penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mulai 14 Oktober 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengusaha pariwisata bersama masyarakat Bali sangat mengharapkan pada pemerintah agar penerbangan internasional segera bisa dibuka guna menyambut kedatangan wisatawan asing ke Bali.

Untuk membuka penerbangan internasional di Bali ternyata tidak semudah membalikan telapan tangan.

Membutuhkan berbagai persiapan  dengan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi.

Salah satunya, kapasitas karantina yang harus disiapkan sebanyak delapan kali lipat dari jumlah kedatangan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra di Renon Denpasar, Senin 4 Oktober 2021.

Baca juga: Terkait Pembukaan Wisman, Ketua PHRI Badung Akui 3 Ribu Lebih Hotel Sudah Siap Terima Wisman

Menurutnya berbagai persiapan sudah dilakukan dan bahkan rapat pembahasan tersebut digelar terbersama Gubernur Bali, Senin (4/10/2021) sore tadi.

"Sore ini kita baru akan rapat dengan bapak gubernur setelah sebelumnya sudah sempat berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi,"ujarnya.

Dewa Indra mengatakan setelah berkoordinasi dengan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, apabila penerbangan internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar akan dibuka ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

Di Bali sendiri rapat-rapat persiapan sudah terus dilakukan dengan harapan segala persyaratan tersebut bisa dipenuhi.

Sehingga pemerintah pusat bisa memenuhi apa yang menjadi keinginan masyarakat Bali agar Bandara Internasional Ngurah Rai bisa dibuka untuk menyambut kedatangan wisatawan internasional.

Sementara sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi ketika bandara  akan dibuka yakni, kapasitas testing PCR sebanyak dua kalilipat dari kedatangan. 

Misalnya, kalau ada kedatangan sebanyak 2.000 orang per hari, maka kapasitas testing PCR dua kali lipat kedatangan .

"Hasil testing PCR sudah bisa keluar dalam waktu maksimal 2 jam sudah diterima hasilnya sehingga wisatawan yang datang tidak menunggu terlalu lama," jelasnya.

Sekda Dewa Indra menambahkan, setelah hasil testing PCR diketahui, kapasitas untuk karantina juga sudah harus siap.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved