Berita Badung

Penerapan Sistem Ganjil Genap di Kuta Badung, Giri Prasta: Ganjil-Genap Belum Tepat

Penerapan sistem ganjil genap di Kuta untuk lalu lintas kendaraan bermotor pribadi dinilai belum waktunya untuk diterapkan.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Ilustrasi ganjil genap - Penerapan Sistem Ganjil Genap di Kuta, Giri Prasta: Ganjil-Genap Belum Tepat 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Penerapan sistem ganjil genap di Kuta untuk lalu lintas kendaraan bermotor pribadi dinilai belum waktunya untuk diterapkan.

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, mengaku sependapat dengan sikap Komisi II DPRD Badung yang sebelumnya menilai bahwa sistem ganjil genap itu belum waktunya untuk diberlakukan di wilayah Kuta, Badung, Bali.

Alasannya, kunjungan wisatawan belum ramai di wilayah Kuta saat ini.

Bahkan, kondisi Kuta masih sepi dari wisatawan.

Baca juga: Terkait Ganjil Genap di Kuta, Giri Prasta Akui Sependapat dengan Dewan Soal Perlu Adanya Evaluasi

Menurut Gii Prasta, saat ini lebih penting fokus pada kesiapan menyambut pembukaan pariwisata internasional untuk Bali seperti wacana pemerintah pusat.

Bahkan perekonomian harus perlu lebih dulu ditingkatkan untuk memulihkan kembali pariwisata.

"Kalau dewan mengatakan belum tepat diterapkan saat ini, kami sependapat. Bahwa di masa sekarang ini, kita kembalikan dulu pada titik nol. Bagaimana kita bisa menciptakan euforia (keramaian Kuta, red) seperti dulu, tetapi dengan protokol kesehatan ketat," ujar Giri Prasta saat ditemui akhir pekan lalu.

Bupati Giri Prasta menjelaskan, sistem ganjil genap harus memiliki sebuah perencanaan yang matang, serta uji coba evaluasi sebelum benar-benar diterapkan.

"Jadi kita harus meningkatkan kesadaran masyarakat akan prokes dulu, supaya siap untuk pembukaan pariwisata mancanegara," ucapnya.

Di masa lalu, kata Bupati asal Kecamatan Petang ini, pernah dilakukan sistem pemecahan arus di kawasan Kecamatan Kuta, khususnya akses menuju Pantai Kuta bersama tim dari Polda Bali dan Polresta Denpasar.

Namun saat dilakukan uji coba, kesimpulannya sistem itu tidak memungkinkan untuk direalisasikan.

"Bahasa sederhananya, tidak efektif. Maka dari itu, dikembalikan seperti semula lagi," tegasnya.

Mantan Ketua DPRD Badung itu berpendapat, saat ini penting untuk membangkitkan gairah persiapan pembukaan pariwisata yang diwacanakan oleh pemerintah pusat.

Bahkan dirinya pun yakin, dengan kerja keras menekan angka kasus Covid-19, Badung bisa turun ke PPKM level 2.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved