Breaking News:

China

Saham Asia Jatuh karena Krisis Evergrande dan Inflasi Tekan Sentimen Positif

Perdagangan saham China Evergrande yang sarat utang juga dihentikan setelah melewatkan pembayaran bunga utama pada kewajiban utang luar negeri

Editor: DionDBPutra
AFP/NOEL CELIS
Foto pada 16 September 2021 menunjukkan seorang wanita menangis di markas Evergrande di Shenzhen, China tenggara. Perusahaan raksasa properti China itu sedang menghadapi kesulitan membayar utang. 

TRIBUN-BALI.COM, TOKYO - Saham-saham Asia merosot pada perdagangan Senin pagi 4 Oktober 2021.

Hal itu terjadi karena kekhawatiran tentang sektor properti China dan inflasi tak mampu diimbangi data Amerika Serikat yang optimis dan berita positif tentang obat baru untuk memerangi virus corona.

Perdagangan saham China Evergrande yang sarat utang juga dihentikan setelah melewatkan pembayaran bunga utama pada kewajiban utang luar negeri untuk kedua kalinya pekan lalu.

Baca juga: Gurita Bisnis Evergrande Memicu Krisis Global, Dampaknya Bisa Menjalar Sampai Indonesia

Baca juga: Jokowi Ingatkan Krisis Ekonomi Global Akibat Dampak Pandemi Covid-19 Mengerikan

“Masalah terbesar bukanlah gagal bayar oleh Evergrande tetapi lingkungan yang menyebabkan kejatuhannya. Pihak berwenang mengatur pinjaman perumahan dan pinjaman kepada perusahaan properti. Pasar sudah mencari Evergrande berikutnya,” kata Kazutaka Kubo, ekonom senior di Okasan Securities.

"Ada peningkatan risiko bahwa kesulitan Evergrande akan menyebar ke seluruh sektor properti China."

Foto  diambil pada 17 September 2021 menunjukkan seorang pria berjalan melewati kompleks perumahan dari  pengembang properti China Evergrande di Guangzhou, provinsi Guangdong. Pengembang terbesar itu kini di ambang kehancuran.
Foto diambil pada 17 September 2021 menunjukkan seorang pria berjalan melewati kompleks perumahan dari pengembang properti China Evergrande di Guangzhou, provinsi Guangdong. Pengembang terbesar itu kini di ambang kehancuran. (AFP/NOEL CELIS)

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,3 persen, menandai penurunan kuartalan pertama dalam enam kuartal.

Hong Kong memimpin penurunan dengan kerugian 1,9 persen dalam indeks Hang Seng. Nikkei Jepang menghapus kenaikan sebelumnya menjadi 1,4 persen lebih rendah di posisi terendah satu bulan di 28.375.

Pasar daratan China akan ditutup hingga Kamis untuk liburan Hari Nasional sementara pasar Korea Selatan juga tutup pada Senin 4 Oktober 2021.

Indeks MSCI dari saham dunia, ACWI, turun 0,1 persen menjadi 711,92, tidak jauh dari level terendah tiga bulan pada Jumat 1 Oktober 2021 di 705,27.

Sentimen investor meningkat pada Jumat 1 Oktober 2021 setelah Merck & Co mengatakan pengobatan antivirus oral eksperimental dapat mengurangi separuh kemungkinan kematian atau dirawat di rumah sakit bagi mereka yang paling berisiko tertular Covid-19 yang parah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved