Breaking News:

Berita Gianyar

Karantina Wisman 8 Hari Dinilai Tak Tepat, Tucah: Tamu Paling Lama Seminggu di Bali

Wacana akan dibukanya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali untuk kunjungan wisatawan disambut baik oleh pelaku pariwisata

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Ketua Paguyuban Sopir Transportasi Padang Tegal Kelod, Ubud, Kabupaten Gianyar, I Putu Ardita alias Tucah. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Wacana akan dibukanya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali untuk kunjungan wisatawan disambut baik oleh pelaku pariwisata.

Khususnya para driver atau sopir yang menyediakan jasa untuk wisatawan.

Namun para driver ini kembali 'lemas' begitu mengetahui syarat karantina 8 hari untuk setiap wisatawan mancanegara yang tiba di Bali.

Sebab hal tersebut tidak sesuai dengan lama tinggal wisatawan saat di Bali. 

Ketua Paguyuban Sopir Transportasi Padang Tegal Kelod, Ubud, Kabupaten Gianyar, I Putu Ardita mengatakan, pihaknya sangat senang jika Bandara Internasional Ngurah Rai dibuka untuk penerbangan wisata internasional.

Baca juga: 4 Aturan PPKM Jawa-Bali 5-18 Oktober, Penerbangan Internasional di Bandara Ngurah Rai Dibuka

Namun pesimistis wisatawan akan berkunjung ke Bali jika pemerintah menerapkan aturan karantina 8 hari.

Sebab lamanya masa karantina hampir lebih lama dari rata-rata lama tinggal turis selama ini.

Kata dia, selama ini lama tinggal wisatawan mancanegara di Bali, paling lama adalah sepekan. 

"Kebijakan karantina 8 hari tidak realistis. Itu akan menjadi satu kendala tamu mau berlibur ke Bali.

Sebab selama ini, sangat jarang ada turis yang liburan di Bali sempai 10 hari, paling banyak dan terlama hanya tujuh hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved