Breaking News:

Berita Bali

Nekat Selundupkan Sabu dari Aceh ke Lombok, Mukhtar dan Fajlin Dituntut 16 Tahun Penjara

Tergiur upah sebesar Rp 30 juta, terdakwa Mukhtar (23) dan Fajlin (23) nekat nyambi sebagai kurir narkotik.

Tribun Bali/Putu Candra
Mukhtar dan Fajlin saat menjalani sidang tuntutan secara daring di PN Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tergiur upah sebesar Rp 30 juta, terdakwa Mukhtar (23) dan Fajlin (23) nekat nyambi sebagai kurir narkotik.

Kedua pria yang bekerja sebagai buruh sawit ini membawa sabu hampir setengah kilogram dari Aceh menuju Lombok.

Namun saat transit di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, keduanya diringkus oleh petugas BNNP Bali

Kini dua sekawan asal Aceh ini pun harus menanggung resiko setelah dituntut 16 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Surat tuntutan dibacakan JPU I Dewa Nyoman Wira Adiputra dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa, 5 Oktober 2021.

Baca juga: Terlibat Peredaran Sabu, Enap dan Darmawan Dituntut Bui 7,5 Tahun

Lebih lanjut, kedua terdakwa yang menjalani sidang dengan berkas terpisah dinyatakan telah terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram. 

Sebagaimana dalam dakwaan kesatu JPU, para terdakwa dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik. 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 16 tahun, dikurangi selama dalam tahanan sementara dan denda Rp 1,5 miliar subsider enam bulan penjara," tegas JPU Dewa Wira. 

Baca juga: Buruh Harian Lepas Nyambi Jadi Kurir Sabu, Ujang Divonis 8 Tahun Penjara

Terhadap tuntutan JPU tersebut, kedua terdakwa didampingi penasihat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar akan mengajukan pembelaan secara tertulis.

"Izin majelis hakim, kami akan mengajukan pembelaan tertulis. Mohon waktu satu minggu," pinta Dewi Maria Wulandari selaku penasihat hukum. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved