Berita Bali

Wisman yang Berlibur ke Bali Harus Karantina 8 Hari dengan Biaya Sendiri, Ini Tanggapan ASITA Bali

Wisman yang Berlibur ke Bali Harus Karantina 8Hari dengan Biaya Sendiri, Begini Tanggapan ASITA Bali

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - Sejumlah wisatawan mancanegara menggunakan masker saat mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai, Badung, Jumat (31/1/2020) silam. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Rencana pembukaan penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali per 14 Oktober 2021 mendatang menjadi angin segar bagi pelaku pariwisata di Bali.

Namun, proses pemulihan (recovery) pariwisata Bali seperti sediakala sebelum pandemi tampaknya membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Terlebih lagi, wisatawan mancanegara (wisman) yang ingin berlibur ke Bali wajib menyiapkan sejumlah syarat.

Salah satunya adalah harus melakukan karantina mandiri dengan biaya sendiri selama delapan hari setelah tiba di Bali.

Tak pelak, aturan itu dikeluhkan para pelaku pariwisata di Bali.

Seperti diungkapkan oleh Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Bali, Ketut Ardana.

"Ini yang menjadi masalah bagi kami di industri. Tetap kita syukuri bahwa pariwisata untuk wisman (wisatawan mancanegara) sudah bisa dibuka nanti 14 Oktober meski wisman yang diharapkan hanya dari beberapa Negara seperti China, Korsel (Korea Selatan), Belanda, Dubai ( hanya 6 negara ).

"Terkait dengan karantina 8 hari, tentu tidak sesuai dengan wisman seperti ASEAN misalnya yang length of stay-nya hanya rata-rata 4H/3M (4 hari 3 malam), kemudian China hanya 5 hari 4 malam," katanya Ardana, Selasa 5 Oktober 2021. 

Ketua DPD ASITA Bali, I Ketut Ardana, S.H.,
Ketua DPD ASITA Bali, I Ketut Ardana, S.H., (Istimewa)

Pihaknya pun sudah menyampaikan permasalahan tersebut ketika pertemuan dengan para pejabat Pemerintah Provinsi Bali.

"Kemarin saat meeting di Gedung Gajah Jayasabha dengan Pak Gub (Gubernur) sudah saya sampaikan bahwa kendalanya adalah dengan wisman yang lama tinggalnya pendek. Pak Gub menjawab kita harus sabar mudah-mudahan kondisi Covid-19 di Bali yang terpapar terus menurun. Misalkan nanti dari 8 hari turun ke 5 hari kemudian diharap turun ke 3 hingga 0 kasus. Seperti itu," tambahnya. 

Meski rencananya penerbangan atau pariwisata Bali akan buka bulan Oktober mendatang, menurutnya masih perlu waktu untuk mendatangkan wisman.

Terlebih lagi, cukup banyak aturan yang harus dipenuhi. Tak hanya soal karantina, tetapi juga aturan-aturan lain seperti tes PCR, vaksin, visa, dan sebagainya.

"Masih butuh waktu karena tidak hanya masalah karantina, tapi juga masalah aturan-aturan lainnya spt TR PCR, ketentuan tentang Vaksin, tentang VISA, dan sebagainya. Tapi pasti sudah mulai ada yang datang secara bertahap," lanjutnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved