Breaking News:

Berita Bali

Kapal Tongkang Pengangkut Pasir Proyek Segitiga Emas Karam, Dinas KP Bali Keluarkan Surat Peringatan

Kapal yang mengangkut pasir untuk proyek pembangunan pelabuhan segitiga emas di Nusa Penida ini diketahui karam sejak 29 September 2021 lalu

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Sebuah kapal tongkang karam di wilayah perairan Jungutbatu, Nusa Penida, Klungkung. Kapal yang mengangkut pasir bagi proyek pembangunan pelabuhan segitiga emas di Nusa Penida ini diketahui karam sejak 29 September 2021 lalu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebuah kapal tongkang karam di wilayah perairan Jungutbatu, Nusa Penida, Klungkung.

Kapal yang mengangkut pasir untuk proyek pembangunan pelabuhan segitiga emas di Nusa Penida ini diketahui karam sejak 29 September 2021 lalu.

Menariknya, karamnya kapal tersebut membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Bali mengeluarkan surat peringatan kepada pemilik kapal yakni  PT. Greant Surya Pondasi di Jakarta.

Pasalnya, dalam surat bernomor B.22.523.32/1449/UPTD.KKPB/Diskelkan, mereka meminta agar pemilik kapal segera melakukan evakuasi kapal tersebut.

Baca juga: Kapal Tongkang Dibiarkan Karam di Perairan Nusa Penida, Warga Khawatir Dapat Merusak Terumbu Karang

Dikarenakan, wilayah tempat karamnya kapal tersebut merupakan kawasan konservasi terumbu karang.

Selain itu, dikhawatirkan akibat karamnya kapal tersebut juga mengganggu aktivitas wisatawan melakukan olahraga selancar air atau surfing di kawasan tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bali, Made Sudarsana membenarkan adanya surat tersebut.

Ia mengatakan bahwa akibat karamnya kapal tongkang tersebut, kawasan sekitar perairan Jungutbatu tercemar tumpahan material limbah minyak dan oli kapal tersebut.

Sehingga, pihaknya khawatir bahwa hal tersebut akan dapat mempengaruhi kualitas perairan di sekitarnya.

“Ya itu kan mereka pertama kapal itu karam, kemudian karena karam ada beberapa oli yang tercecer itu kaitannya dengan lingkungan, karena di sana itu kawasan konservasi, kawasan perlindungan, sehingga kami menginstruksikan untuk segera menarik kapal tersebut, sehingga tidak terjadi apa yang kita khawatirkan kerusakan pada lingkungan,” katanya, Rabu 6 Oktober 2021.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved