Breaking News:

Jepang

PM Jepang Fumio Kishida Menempuh Jalan Terjal Menuju Pemilihan Umum

Media konservatif Yomiuri mengatakan 56 persen masyarakat mendukung pemerintahan Kishida, sementara Nikkei menempatkannya di 59 persen.

Editor: DionDBPutra
AFP/STR/JIJI PRESS
Fumio Kishida memberi keterangan kepada wartawan di Tokyo 5 Oktober 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TOKYO - Perdana Menteri baru Jepang Fumio Kishida tengah berjuang menempuh jalan terjal dalam mengumpulkan suara pemilih hanya dua hari setelah kemenangannya dan mengumumkan pemerintahan baru.

Demikian gambaran berdasarkan hasil jajak pendapat beberapa media setempat, Selasa 5 Oktober 2021.

Dimulai dari yang terendah, Harian Asahi menempatkan peringkat penerimaan Kishida sebesar 45 persen, sementara Mainichi memposisikannya di 49 persen.

Baca juga: Para Ahli Khawatirkan Kasus Covid-19 di Jepang Melonjak pada Musim Dingin

Baca juga: Profil Fumio Kishida, Perdana Menteri Jepang yang Menghadapi Tantangan Tidak Ringan

Media konservatif Yomiuri mengatakan 56 persen masyarakat mendukung pemerintahan Kishida, sementara Nikkei menempatkannya di 59 persen.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida (tengah depan) pose bersama anggota kabinetnya di Tokyo 4 Oktober 2021.
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida (tengah depan) pose bersama anggota kabinetnya di Tokyo 4 Oktober 2021. (AFP/YOSHIKAZU TSUNO / POOL)

Seluruh hasil jajak pendapat menunjukkan dukungan untuk pemerintahan baru Kishida lebih rendah dari pemerintahan pendahulunya, yakni Yoshihide Suga saat ia berkuasa tahun lalu di mana Asahi melaporkan perbedaan poin hingga 20 persen.

“Saya sadar akan hasil pemilihan, tetapi juga percaya bahwa ada sedikit perbedaan tergantung pada perusahaan yang mengadakan survei tersebut,” kata Kishida kepada awak media pada Rabu pagi 5 Oktober 2021.

“Terlepas dari itu semua, saya akan merenungkan tindakan saya berdasarkan beberapa hasil survei ini, termasuk rendahnya tingkat penerimaan dan kembali bekerja keras menjelang pemilihan mendatang,” katanya.

Meskipun peringkat Kishida rendah untuk ukuran pemerintahan anyar, peringkat tersebut masih terbilang tinggi daripada peringkat yang sangat mendadak untuk Suga.

Suga menjadi sangat tidak populer selama masa jabatannya saat ia harus berjuang untuk menghadang gelombang kelima infeksi virus corona yang diperburuk oleh varian Delta.

Fumio Kishida menuturkan ia akan membubarkan parlemen majelis rendah pada 14 Oktober 2021 dan menjadwalkan pemilihan umum pada 31 Oktober dengan penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi yang menjadi isu utama.

Untuk konstituen, jajak pendapat Mainichi menunjukkan bahwa 41 persen responden akan memilih koalisi yang berkuasa, sementara 34 persen akan memilih oposisi dan 24 persen belum menentukan.

Sementara itu, Yomiuri menempatkan dukungan untuk Partai Demokratik Liberal (LDP) pimpinan Kishida sebesar 43 persen, naik tujuh persen dari jajak pendapat sebelumnya.

PM Kishida mengumumkan kabinet barunya, Senin 4 Oktober 2021.

Kendati lebih dari setengah jabatan kementerian diisi oleh wajah baru, jajarannya juga banyak terdiri dari rekanan mantan PM Shinzo Abe dan Taro Aso yang menunjukkan pengaruh mereka masih terus berlanjut.

Berita lain tentang Jepang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved