Begini Kekecewaan Pelatih Gli Azzurri Setelah Gianluigi Donnarumma Jadi Bahan Cemoohan Fans AC Milan

Kekecewaan allenatore Gli Azzuri atau Timnas Italia, Roberto Mancini setelah dipermalukan Spanyol 1-2 di San Siro tak terbendung lagi.

Editor: Ady Sucipto
Andy Rain / POOL / AFP
Pelatih Italia Roberto Mancini (tengah) berbicara kepada para pemainnya selama pertandingan sepak bola final UEFA EURO 2020 antara Italia dan Inggris di Stadion Wembley di London pada 11 Juli 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, MILAN- Kekecewaan allenatore Gli Azzuri atau Timnas Italia, Roberto Mancini setelah dipermalukan Spanyol 1-2 di San Siro tak terbendung lagi.

Kendati skuat Gli Azzuri disebutnya bakal memetik pelajaran berharga dari Spanyol, namun Roberto Mancini mengaku tidak suka dengan sikap fans AC Milan lantaran mereka terus mengejek dan menyindir kiper Gianluigi Donnarumma.

Tumbangnya juara Piala Eropa oleh La Furia Roja di semifinal UEFA Nations League melalui skor 1-2 di San Siro pada Kamis 7 Oktober 2021, sekaligus menghentikan rekor dunia 37 kali pertandingan tak pernah terkalahkan sejak 2018.

 “Lebih baik ini terjadi pada pertandingan malam ini daripada di final Euro atau Piala Dunia,” beber Mancini dalam konferensi pers.

"Pertandingan ini bisa membuat kami lebih kuat meski kalah dan membuat kami mengerti bahwa kami benar-benar tim yang hebat."

Baca juga: Timnas Italia Tumbang di San Siro, Mancini Murka & Kritik Suporter AC Milan Soal Perlakuan ke Gigio

Baca juga: Donnarumma Jadi Sasaran Ejekan Ultras AC Milan, Mancini Berang dan Tegaskan Italia Adalah Segalanya

Penjaga gawang Italia Gianluigi Donnarumma (tengah) dihibur oleh bek Italia Leonardo Bonucci (kedua dari kiri) setelah gagal untuk menghentikan gol penyerang Spanyol Ferran Torres. AFP/Marco Bertorello
Penjaga gawang Italia Gianluigi Donnarumma (tengah) dihibur oleh bek Italia Leonardo Bonucci (kedua dari kiri) setelah gagal untuk menghentikan gol penyerang Spanyol Ferran Torres. AFP/Marco Bertorello (AFP/Marco Bertorello)

Tim Italia memiliki keunggulan sebagai tuan rumah, tetapi penonton San Siro terbukti lebih menjadi penghalang untuk mereka meraih kemenangan daripada memberikan bantuan atau dukungan.

Donnarumma dicemooh dengan keras di setiap sentuhan bola.

Kiper berusia 22 itu menjadi sosok yang tidak populer di kalangan fans AC Milan setelah menolak menandatangani perpanjangan kontrak baru dan meninggalkan klub untuk bergabung dengan Paris St Germain dengan status bebas transfer pada Juli lalu.

Situasi itu tampaknya memengaruhi pemain berusia 22 tahun itu, yang melakukan kesalahan buruk di babak pertama ketika tembakannya mengenai tangannya dan membentur tiang gawang.

 
"Italia sedang bermain dan itu bukan pertandingan klub," kata Mancini.

Baca juga: Gli Azzurri Italia Dipermalukan Spanyol 1-2 di San Siro, Bonucci Jadi Petaka, Ferran Torres Ciamik

Baca juga: JADWAL SEMIFINAL UEFA Nations League Malam ini, Ada Dendam Semifinal Euro 2020

Milanisti, pendukung setia AC Milan, membuat spanduk yang berisi kecaman dan penolakan terhadap Gianluigi Donnarumma jelang laga Italia Vs Spanyol pada semifinal Nations League, Kamis (7/10/2021) dini hari di San Siro, Milan. Milanisti sepertinya masih sakit hati terhadap keputusan Gigio -sapaan Donnarumma- karena menolak memperpanjang kontrak dengan Milan dan memilih hengkang PSG yang menawarkan gaji lebih tinggi.
Milanisti, pendukung setia AC Milan, membuat spanduk yang berisi kecaman dan penolakan terhadap Gianluigi Donnarumma jelang laga Italia Vs Spanyol pada semifinal Nations League, Kamis (7/10/2021) dini hari di San Siro, Milan. Milanisti sepertinya masih sakit hati terhadap keputusan Gigio -sapaan Donnarumma- karena menolak memperpanjang kontrak dengan Milan dan memilih hengkang PSG yang menawarkan gaji lebih tinggi. (Capture Football Italia)

"Mereka bisa mengesampingkan situasi ini untuk satu malam saja dan mencemooh dia ketika datang ke pertandingan PSG-Milan. Italia adalah Italia, dan berada di atas segalanya."

Azzurri tertinggal lebih awal melalui gol Ferran Torres sebelum mengalami akhir yang buruk di babak pertama, ketika Leonardo Bonucci mendapatkan kartu kuning kedua dan Torres menggandakan keunggulan Spanyol.

"Mengenai kartu merah Bonucci, itu ceroboh karena itu adalah pertandingan yang seimbang melawan Spanyol dan itu adalah penyesalan karena kami berada di pertandingan itu," kata Mancini.

"Saya tidak menyalahkan kekalahan pada apapun, tapi kartu merah mempengaruhi pertandingan," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved