Liga Inggris
Ada Andil Pangeran Mohammed bin Salman dalam Pembelian Klub Inggris, Newcastle United
Pangeran MBS menjabat Ketua PIF sejak Maret 2015, ketika badan tersebut dirombak setelah Dewan Menteri Kerajaan mengeluarkan Resolusi 270.
TRIBUN-BALI.COM, RIYADH - Pangeran Mohammed bin Salman ( MBS) mempunyai andil dalam pembelian klub Newcastle United oleh Public Investment Fund ( PIF).
Kendati tidak menjabat Presiden Newcastle United untuk menggantikan Mike Ashley, Pangeran MBS sebagai Ketua PIF memiliki andil di badan tersebut.
PIF merupakan lembaga penampung dana umat ( Sovereign Wealth Fund/SWF) milik Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Baca juga: Solskjaer Punya Catatan Untuk Ronaldo & Bruno Fernandes Usai Laga Man United Vs Newcastle United
Baca juga: Manchester City Buat 2 Rekor Berkat 2 Gol Tambahan Ferran Torres Melawan Newcastle United
Pangeran MBS menjabat Ketua PIF sejak Maret 2015, ketika badan tersebut dirombak setelah Dewan Menteri Kerajaan mengeluarkan Resolusi 270.
Resolusinya juga berisi penempatan SWF di bawah arahan Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan (CEDA) yang baru dibentuk.
Nicholas McGeehan direktur kelompok hak asasi FairSquare mengatakan, adalah benar bahwa Arab Saudi memiliki hubungan langsung dan kontrol atas PIF.
"Ketua PIF adalah Mohammed bin Salman, pemimpin de facto Arab Saudi," kata McGeehan kepada Middle East Eye, yang diterbitkan pada Kamis 7 Oktober 2021.
"Jadi kedua entitas ini tidak terpisahkan." PIF didirikan pada 1971 oleh Raja Faisal dari Arab Saudi, dan menjadi salah satu penampung dana umat terkaya di dunia.
Dikutip dari daftar swfinstitute.org, PIF menempati urutan ke-9 di dunia dalam deretan SWF terkaya.
Kekayaan PIF adalah 430 miliar dollar AS atau setara Rp 6,11 kuadriliun, tertinggi ke-8 di Asia dan terkaya ke-3 di Timur Tengah.
Adapun peringkat pertama diduduki oleh Norway Government Pension Fund Global, SWF milik Norwegia dengan kekayaan 1,36 triliun dollar AS atau sekira Rp 19,4 kuadriliun.
Pangeran Mohammed bin Salman menjadi Ketua PIF pada 2015 ketika ia menjadi wakil putra mahkota.
Dia mereformasi PIF dan menggunakannya sebagai sarana untuk mendorong rencana Visi 2030-nya guna mendiversifikasi ekonomi Arab Saudi yang bergantung pada minyak.
Anggota dewan PIF secara eksklusif adalah menteri pemerintahan Arab Saudi, dan salah satunya adalah penasihat keluarga kerajaan.
Sejumlah anggota dewan PIF juga menjabat sebagai menteri perdagangan, keuangan, dan pariwisata Arab Saudi.
Sejak mengambil alih PIF, MBS telah melakukan investasi signifikan di perusahaan-perusahaan seluruh dunia, termasuk suntikan dana 3,5 miliar dollar AS (kini Rp 49,8 triliun) untuk Uber.
PIF juga mengambil alih kepemilikan Saudi Aramco, perusahaan minyak Arab Saudi.
Namun, PIF juga pernah terlibat kontroversi. Awal tahun ini, dokumen pengadilan yang diajukan di Kanada mengonfirmasi bahwa PIF membeli sebuah perusahaan yang memiliki dua jet pribadi, untuk membawa orang-orang yang membunuh dan memutilasi jurnalis Jamal Khashoggi di Istanbul.
Pengajuan tersebut menunjukkan, seorang menteri Arab Saudi menyampaikan perintah yang diberikan oleh Pangeran MBS untuk segera menyetujui pembelian Sky Prime Aviation dan mentransfernya ke PIF pada akhir tahun 2017.
Pesawat perusahaan itu digunakan dalam pembunuhan Jamal Khashoggi bulan Oktober 2018.
Adapun Arab Saudi dan PIF belum menanggapi permintaan komentar dari CNN ketika mereka mempublikasikan berita tersebut.
"Hubungan itu sangat jahat - sumber daya PIF digunakan untuk mengeksekusi jurnalis," kata McGeehan.
"Sangat bermasalah bahwa kepalsuan yang dapat dibuktikan ini digunakan sebagai jalur PR untuk membuat orang setuju, dan mencoba menunjukkan bahwa pelanggaran mengerikan yang dilakukan atas perintah MBS bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan orang."
"Ini benar-benar kebohongan besar," pungkasnya.
Newcastle United dibeli PIF seharga 300 juta pounds ( Rp 5,8 triliun) untuk kepemilikan 80 persen saham.
Dalam item kesepatakan pembelian Newcastle United juga dijamin bahwa pemerintah Arab Saudi tidak akan mengendalikan klub berjuluk The Toon Army tersebut.
Setelah Newcastle dibeli PIF, suporter The Magpies berharap nasib klub kesayangan mereka lebih mujur, setelah minim prestasi selama 14 tahun masa kepemimpinan Mike Ashley, bahkan sempat dua kali terdegradasi.
Berita lain mengenai Liga Inggris
Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul Newcastle Dibeli PIF, Ini Peran Pangeran MBS dan Kontroversinya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/mohammed-bin-salman-pidato.jpg)