Breaking News:

PON XX Papua

Ketut Ariana Rebut Perunggu, Basket Putri Bali Cetak Sejarah di PON XX Papua 2021

Lawan yang dihadapi lifter Bali I Ketut Ariana di kelas 73 kg cukup kaliber. Ada juara dunia remaja dan peraih medali perunggu olimpiade.

Istimewa
I Ketut Ariana, lifter Bali peraih perunggu angkat besi kelas 81 kg putra PON XX Papua 2021 pose bersama Manager tim yang juga Ketua Pengprov PABSI Bali I Wayan Bun Setiady ( Obit) di Auditorium Universitas Cendrawasih Jayapura Kamis 7 Oktober 2021 - Ketut Ariana Rebut Perunggu, Basket Putri Bali Cetak Sejarah di PON XX Papua 2021 

TRIBUN-BALI.COM, JAYAPURA - Lawan yang dihadapi lifter Bali I Ketut Ariana di kelas 73 kg cukup kaliber.

Ada juara dunia remaja dan peraih medali perunggu olimpiade.

Mereka adalah Rizky Nuniansyah asal Banten (juara dunia remaja), dan Erwin Rahmat (perunggu Olimpiade) asal Sulawesi Selatan.

Melihat situasi ini, Manager tim dan pelatih angkat besi Bali, mendadak membuat keputusan Ketut Ariana harus bermain di kelas 83 kg putra sesaat sebelum bertanding di cabor angkat besi di Auditorium Universitas Cendrawasih (Uncen) Kota Jayapura, Papua, Kamis 7 Oktober 2021.

Baca juga: Basket Putri Bali Tembus Final PON XX Papua, Rata-rata Pemain Berlatih Sejak Usia 12 Tahun

Ketut Ariana harus naik kelas berhadapan dengan Erwin Rahmat (perunggu Olimpiade) dan Nazaruddin dari Kalimantan Timur, Tunggal Arianto dari Lampung, Bambang Wijaya dari Sumatera Utara dan Okik Dwi Cahyono dari Jawa Timur.

Strategi ini berbuah medali perunggu.

Pengprov PABSI Bali pulang dengan kepala terangkat karena menyumbang medali perunggu untuk kontingen Bali.

"Menit-menit akhir kami percaya pelatih untuk buat strategi. Apalagi sistem PON kali ini berbeda, apabila terdapat dalam kelas tersebut hanya tiga provinsi, maka hanya medali emas dan perak yang diperebutkan. Minimal lima daerah baru bisa diperebutkan medali emas, perak, dan perunggu," kata Manager tim yang juga Ketua Pengprov PABSI Bali I Wayan Bun Setiady (Obit).

Menurut dia, para pelatih ingin pulang membawa medali. Target utama sejak awal medali perak karena sudah tahu masing masing lawan di kelasnya ini semuanya berat.

"Kita realistis, dan kita sudah maksimal. Ketut Ariana juga telah berusaha membawa pulang medali. Hasil latihan selama ini di Bali tidak ada penurunan angkatan berat, yang ada justru peningkatan," katanya.

Menurut dia, jika tadi terakhir angkatan 173 kg berhasil, pasti Bali bisa meraih perak.

"Tadi juga dia harus melawan rasa sakit karena cederanya. Kita tetap puas dan bangga sudah bisa menambah medali perunggu untuk Bali," katanya.

Ketut Ariana harus puas mengemas perunggu untuk Bali dari hasil 305 kg total angkatan (snatch 137 kg dan clean and jerk 168 kg).

Medali emas dan perak masing-masing diraih Rahmat Erwin dengan angkatan snatch 140 kg, 145 kg dan 150 kg.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved