Breaking News:

Berita Bali

Yayasan Bali Purnati dan Kemendikbud RI Gelar Gerakan Budaya Jiwa Gambuh Dukung Pemulihan Ekonomi

Yayasan Bali Purnati bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menggagas sebuah program kebudayaan di Bali melalui gerakan “Jiwa Gambuh"

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Noviana Windri
istimewa
Kegiatan drama tari klasik Jiwa Gambuh Yayasan Bali Purnati menjadi gerakan kebudayaan untuk mendukung PEN di Bali. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Yayasan Bali Purnati bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menggagas sebuah program kebudayaan di Bali melalui gerakan yang bertemakan “Jiwa Gambuh". 

Kegiatan ini berlangsung di Desa Batuan, Sukawati, Gianyar, Bali dari bulan April 2021 hingga Oktober 2021 dengan rangkaian kegiatan penelitian dan pendokumentasian untuk mengenali potensi seni budaya di desa tersebut. 

Program ini menjadi implementasi UU No 5 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan dengan kegiatan seni budaya yang berkelanjutan.

Ketua Pelaksana Program Jiwa Gambuh di Desa Batuan, Andar Manik menjelaskan, Drama tari Gambuh menjadi salah satu praktek kesenian di Bali menjadi pilihan untuk diteliti dikarenakan drama tari klasik yang menjadi sumber dari banyak tarian, musik dan teater di Bali. 

Baca juga: Sambut GYC 2021, Precious Island Bersama KITAPOLENG Gelar Kompetisi Tari Bertajuk Menari untuk Bumi

Baca juga: Seni Tari Bebali, Tari Wayang Miliki Kekuatan Sakral untuk Upacara Yadnya

"Jiwa Gambuh bukan semata membahas tentang kesenian, akan tetapi merupakan sebuah gerakan kebudayaan yang mengungkap, mencatat, mendiskusikan dan menyajikannya kembali Gambuh dengan suatu bentuk ekspresi tentang praktek seni budaya dan kebudayaan yang ada di Batuan, Bali," kata Andar Manik kepada Tribun Bali, Jumat 8 Oktober 2021.

Ia berharap dari gerakan kebudayaan ini mampu menjadi model pengelolaan kebudayaan dan ekonomi kreatif Desa senusantara dengan keragaman Budayanya.

Selain itu, program Jiwa Gambuh yang merupakan praktek nyata dari kegiatan Seni Budaya di tingkat desa, Desa Administratif dan Desa Adat ini menjadi bagian dari riset aksi dan uji proses mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional.

"Kegiatan ini didasari dari amanat yang terkandung dalam undang undang Kebudayaan yaitu Perlindungan, Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan, objek Pemajuan Kebudayaan dan Warisan Cagar Budaya," ujarnya.

Lebih jauh ia menuturkan, kegiatan awal temu kenali telah berjalan sejak bulan April 2021 lalu dengan bersilaturahmi dan riset ke berbagai Sekaa Gambuh di Batuan, kegiatan riset terus bergulir hingga sampai di bulan September 2021. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved