Tips Kesehatan
Apa Penyebab dan Gejala Alergi Kacang?
Alergi kacang merupakan reaksi tubuh berlebih saat mengonsumsi kacang atau makanan yang mengandung kacang-kacangan.
TRIBUN-BALi.COM - Alergi kacang merupakan reaksi tubuh berlebih saat mengonsumsi kacang atau makanan yang mengandung kacang-kacangan.
Hal ini disebabkan oleh kandungan protein yang terdapat pada kacang.
Tak hanya saat mengonsumsi, alergi kacang juga dapat bereaksi saat pengidap menghirup aroma kacang-kacangan dan makanan sejenis yang mengandung kacang.
Gejala
Reaksi alergi kacang dapat terjadi secara langsung atau beberapa saat setelah pengidap melakukan kontak dengan kacang-kacangan.
Pada umumnya, reaksi dapat terjadi dalam kurun waktu 30 menit.
Baca juga: Kenali Apa Itu Alergi Dingin, Gejala, Penyebab dan Cara Pencegahannya
Baca juga: Punya Alergi? Ini 7 Macam Obat Alergi yang Bisa Anda Pilih Sesuai Jenis Penyakit Anda
Biasanya, pengidap alergi kacang lebih "sensitif" terhadap kandungan kacang dalam makanan, baik melalui penciuman atau "perasaan" akan adanya reaksi sebelum gejala lain timbul.
Reaksi yang mungkin timbul saat alergi kacang kambuh, di antaranya:
- ruam
- pembengkakkan di kaki dan tangan
- kemerahan dan rasa nyeri gatal-gatal (biduran)
- Selain itu, alergi kacang juga berpotensi menyebabkan syok anafilaksis—reaksi alergi berat yang menyebabkan penyempitan saluran napas hingga tenggorokan terasa sesak, hidung berair atau tersumbat, sakit perut, mual, muntah.
- Dalam beberapa kasus, syok anafilaksis dapat menyebabkan reaksi berbahaya seperti penurunan kesadaran dan pingsan.
Penyebab Alergi
kacang disebabkan oleh reaksi tubuh yang berlebihan terhadap protein kecil dalam kacang-kacangan.
Namun, protein tersebut tidak akan hancur bahkan setelah produk kacang tersebut diproses, dimasak, atau bahkan dicerna.
Alergi terhadap protein ini menyebabkan tubuh membentuk antibodi untuk melawan alergen (penyebab alergi) tersebut sehingga menimbulkan reaksi.
Terdapat dua jenis alergi kacang, yaitu kacang yang tumbuh di tanah (kacang, kacang kedelai, dan kacang polong) dan kacang yang berasal dari pepohonan (almond, kacang brazil, kenari, hazelnut, macadamia, pecan, pistachio, mete).
Jenis makanan yang biasanya mengandung kacang-kacangan adalah sebagai berikut.
Baca juga: Semua Tentang Alergi Obat, Penyebab, Gejala, Hingga Komplikasi
Baca juga: Segala Sesuatu Tentang Rhinitis Alergi, Dari Gejala, Penyebab, Sampai Cara Mengobati
Kue dan roti: kukis, pastri, kulit pai, dan sebagainya
Permen: coklat, nougat, marzipan
Es krim, makanan penutup beku, puding, coklat panas
Sereal dan granola Roti gandum
Berbagai macam saus (barbeque, sambal, pesto, kuah daging, glasir, atau acar)
Salad dan bumbunya Jenis makanan untuk dihindari:
- Selai kacang
- Pasta kacang
- Minyak kacang
- Tepung kacang
- Ekstrak kacang
Baca juga: Penyebab Benjolan di Bibir yang Terasa Nyeri, Mulai dari Virus Sampai Alergi
Baca juga: Infeksi Virus Sampai Alergi, Ini Macam-Macam Penyebab Benjolan di Bibir
Faktor Risiko
Usia Alergi makanan paling umum dialami oleh anak-anak, khususnya balita dan bayi.
Seiring bertambahnya usia, sistem pencernaan akan lebih kebal terhadap makanan yang dapat menimbulkan alergi.
Riwayat alergi kacang Anak dengan alergi kacang dapat sembuh dengan sendirinya.
Namun, tidak menutup kemungkinan alergi akan kembali kambuh.
Alergi lainnya Jika telah memiliki alergi terhadap suatu makanan, terdapat risiko lebih tinggi bagi seseorang untuk mengidap alergi lainnya.
Tak hanya itu, hal ini juga berlaku untuk tipe alergi lain.
Contohnya, jika seseorang memiliki alergi terhadap serbuk bunga, hal ini menaikkan risiko orang tersebut memiliki alergi makanan.
Riwayat alergi keluarga Jika anggota keluarga lain memiliki riwayat alergi kacang, ataupun alergi makanan lainnya, hal ini dapat menaikkan risiko seseorang mengalami alergi.
Dermatitis atopik Beberapa orang dengan penyakit kulit dermatitis atopik atau eksim ditemukan memiliki alergi terhadap makanan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Alergi kacang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-alergi-foto-tidak-terkait-berita.jpg)