Breaking News:

Pariwisata Bali

Buka Parisiwata Internasional, Bali Harus "Jual" Rasa Aman

Ahli Virologi Universitas Udayana Bali, Prof. Dr. drh I Gusti Ngurah Kade Mahardika menyoroti rencana Pemerintah Provinsi Bali membuka pariwisata

Podacst Tribun Bali
Ahli Virologi Universitas Udayana Bali, Prof. Dr. drh I Gusti Ngurah Kade Mahardika 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ahli Virologi Universitas Udayana Bali, Prof. Dr. drh I Gusti Ngurah Kade Mahardika menyoroti rencana Pemerintah Provinsi Bali membuka pariwisata internasional pada 14 Oktober 2021 mendatang.

Menurut profesor kondang asal Bali itu dalam Podcast Tribun Bali yang tayang pada Kamis 7 Oktober 2021 bahwa Bali harus mampu "menjual" rasa aman kepada wisatawan meskipun saat ini kasus COVID-19 mengalami penurunan laju penyebaran.

"Memang terjadi penurunan kasus, ini kita syukuri, dalam hal membuka pariswisata internasional, banyak yang harus dipersiapkan dan dievaluasi, pertama, harus jual rasa aman wisatawan untuk datang ke Bali, kita harus membuat Bali aman," kata Prof. Mahardika.

Jika pembukaan pariwisata internasional terealisasi, maka pemerintah harus mampu menyaring wisatawan luar negeri yang masuk ke Bali.

"Setiap orang dari luar negeri, baik penduduk Indonesia ataupun orang asing, wajib negatif test PCR, karantina beberapa hari sesuai aturan dan PCR kedua baru boleh release," kata dia.

Baca juga: Pembukaan Penerbangan Internasional, Bandara Ngurah Rai Siap Layani Wisman Dengan Prokes Ketat

Ia mewanti-wanti pemerintah, agar saat mengkaji kebijakan dalam hal pembukaan pariwisata internasional tidak grusa - grusu, seiring dengan wacana tersebut pemerintah kudu meningkatkan 3 T (tracing, testing yang baku dan treatment) serta vaksinasi.

Di samping itu, tak kalah penting adalah menyiapkan pusat diagnostik, Rumah sakit, ICU dengan ventilator yang memadai dan mekanisme tim pengendalian COVID-19 yang mumpuni.

Bali memiliki keuntungan pintu masuk hanya melalui udara dan laut sehingga manajemen orang masuk lebih mudah, hanya saja untuk menjamin rasa aman itu, kata Prof. Mahardika, pengujian harus berstandar PCR.

"Untuk menjamin rasa aman datang ke Bali, teknik standar tracing adalah PCR, itu teknik baku deteksi COVID-19 bukan dengan Antigen," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved