Berita Denpasar

Ekspor Ikan Bali Triwulan III 2021 Rp 478,61 Miliar, Turun 10,3 Persen dari Triwulan Sebelumnya

Pada triwulan III tahun 2021 nilai ekspor ikan Bali tercatat sebesar Rp 478,61 miliar.

Tribun Manado
Ilustrasi - Pada triwulan III tahun 2021 nilai ekspor ikan Bali tercatat sebesar Rp 478,61 miliar. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pada triwulan III tahun 2021 nilai ekspor ikan Bali tercatat sebesar Rp 478,61 miliar.

Walaupun demikian, nilai ini mengalami penurunan dibandingkan dengan nilai ekspor ikan pada triwulan II 2021.

Penurunan ini terjadi hampir sebesar 10,3 persen.

Di mana pada triwulan II 2021 nilai ekspor ikan Bali tercatat sebesar Rp Rp 534,06 miliar.

Baca juga: Mahasiswa Teknik Lingkungan dan Teknik Sipil Unmas Denpasar Olah Masker Jadi Bahan Campuran Beton

Hal ini sesuai dengan data dari Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Denpasar.

Selain itu, ekspor ikan ini juga mengalami penurunan sebesar 4,39 persen dibandingkan nilai ekspor tahun 2020 pada periode yang sama yang mencapai Rp 500,59 miliar. 

Kepala BKIPM Denpasar, Anwar merinci, nilai ekspor ikan hidup pada triwulan III 2021 sebesar Rp 36.26 miliar.

Besaran ini mengalami kenaikan sebesar 4,89 persen dibandingkan dengan tahun 2020 di periode yang sama yang senilai Rp 34,57 miliar.

Baca juga: Ngaku Pengacara dan Tipu Korban hingga Rp 1 Miliar, Oknum Konsultan Diringkus Polresta Denpasar

Nilai ekspor ikan non hidup pada triwulan III 2021 sebesar Rp 442,35 miliar, dan mengalami penurunan sebesar 5,08 persen dibandingkan dengan tahun 2020 di periode yang sama yakni senilai Rp 466,02 miliar.

Menurutnya, penurunan ini terjadi dikarenakan terkendala transportasi.

“Karena penerbangan internasional juga tidak ada direct langsung dari Bali, jadi mesti ke Jakarta dulu. Karena hal itu, jadinya biaya pengiriman mahal. Di samping itu, sedikit yang buka rute penerbangan. Dalam kondisi ini, kami benar-benar menjaga agar hubungan dengan buyer jangan sampai putus,” kata Anwar, Sabtu 9 Oktober 2021.

Anwar menambahkan, dari 66 negara tujuan ekspor pada triwulan III didominasi oleh United States dengan nilai ekspor sebesar Rp 206,76 miliar atau 43,20 persen.

Baca juga: Dewa Rai Minta Warga Kota Denpasar Jangan Kendur Menerapkan Prokes Covid-19

Posisi kedua disusul oleh Australia sebesar Rp 51,64 miliar atau 10,79 persen.

Selanjutnya Taiwan sebesar Rp 51,61 miliar (10.78 persen), Jepang sebesar Rp 44,60 miliar (9,32 persen), China sebesar Rp 44,35 miliar rupiah (9.27 persen) serta 61 negara lainnya sebesar Rp 79,66 miliar (16,64 persen).

Dirinya pun optimis, dengan adanya rencana pembukaan pintu pariwisata internasional di Bali, dipastikan ekspor produk perikanan akan meningkat.

Hal ini karena, selain pengiriman produk ikan bisa langsung melalui Bali, slot pengiriman pun akan lebih banyak dari sebelumnya.

“Jelas ada peningkatan, kami berharapnya seperti itu. Karena yang saya lihat kan sudah ada beberapa negara yang membuka, seperti Jepang, Korea Selatan, dan negara lainnya. Dengan ini harapan kami produk perikanan akan kembali bergeliat,” katanya. (*)

Berita lainnya di Berita Denpasar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved