Tips Kesehatan
Kenali Apa Itu Alergi Dingin, Gejala, Penyebab dan Cara Pencegahannya
Orang yang alergi dingin mengalami gejala berbeda-berbeda.Beberapa memiliki reaksi ringan terhadap dingin, sementara yang lain memiliki reaksi parah
TRIBUN-BALI.COM - Alergi dingin adalah reaksi kulit terhadap dingin yang muncul dalam beberapa menit setelah paparan hawa dingin.
Orang yang alergi dingin mengalami gejala berbeda-berbeda.
Beberapa memiliki reaksi ringan terhadap dingin, sementara yang lain memiliki reaksi parah.
Alergi dingin paling sering terjadi pada orang dewasa muda.
Penyebab Belum diketahui persis apa yang menyebabkan seseorang mengalami alergi dingin.
Baca juga: Punya Alergi? Ini 7 Macam Obat Alergi yang Bisa Anda Pilih Sesuai Jenis Penyakit Anda
Baca juga: Semua Tentang Alergi Obat, Penyebab, Gejala, Hingga Komplikasi
Beberapa orang tertentu memiliki sel kulit yang sangat sensitif karena sifat bawaan, virus, atau penyakit.
Dalam bentuk paling umum dari kondisi ini, dingin memicu pelepasan histamin dan bahan kimia lainnya ke dalam aliran darah.
Bahan kimia ini menyebabkan kemerahan, gatal, dan terkadang reaksi seluruh tubuh (sistemik).
Individu lebih berpotensi mengalami alergi dingin jika:
Usia dewasa muda
Memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya, pada kasus yang tidak umum, kondisi kesehatan seperti hepatitis atau kanker bisa jadi faktor
Memiliki sifat bawaan tertentu, faktor ini jarang terjadi
Gejala
Tanda dan gejala alergi dingin yang umum terjadi antara lain:
Baca juga: Segala Sesuatu Tentang Rhinitis Alergi, Dari Gejala, Penyebab, Sampai Cara Mengobati
Baca juga: 7 Penyebab Tenggorokan Gatal, Bisa karena Alergi Obat, Dehidrasi hingga Infeksi Virus
Bintik-bintik kemerahan dan gatal pada area kulit yang terkena dingin
Memburuknya reaksi saat kulit menghangat
Pembengkakan tangan saat memegang benda dingin
Pembengkakan bibir karena konsumsi makanan atau minuman dingin
Sementara itu, alergi dingin dapat menyebabkan reaksi gejala yang parah, seperti:
Respons seluruh tubuh (anafilaksis), yang dapat menyebabkan pingsan, jantung berdebar, pembengkakan anggota badan atau dada, dan syok
Pembengkakan lidah dan tenggorokan, yang bisa membuat sulit bernapas
Gejala alergi dingin dimulai segera setelah kulit terkena penurunan suhu udara atau air dingin secara tiba-tiba.
Kondisi lembap dan berangin dapat membuat gejala lebih cepat terjadi.
Reaksi terburuk umumnya terjadi dengan paparan kulit penuh, seperti berenang di air dingin.
Reaksi seperti itu dapat menyebabkan hilangnya kesadaran dan tenggelam.
Baca juga: Penyebab Benjolan di Bibir yang Terasa Nyeri, Mulai dari Virus Sampai Alergi
Baca juga: Infeksi Virus Sampai Alergi, Ini Macam-Macam Penyebab Benjolan di Bibir
Diagnosis
Alergi dingin dapat didiagnosis dengan menempatkan es batu pada kulit selama lima menit.
Jika menderita alergi dingin, benjolan merah akan terbentuk beberapa menit setelah es batu dilepas.
Dalam beberapa kasus, alergi dingin disebabkan oleh kondisi mendasar yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh, seperti infeksi atau kanker.
Jika dokter mencurigai individu memiliki kondisi yang mendasarinya, tes darah atau tes lainnya bisa diperlukan.
Jika memiliki reaksi kulit setelah paparan dingin, temui dokter segera.
Bahkan jika reaksinya ringan, dokter akan mengesampingkan kondisi mendasar yang mungkin menyebabkan masalah.
Cari perawatan darurat jika setelah terpapar dingin, secara tiba-tiba mengalami respons seluruh tubuh (anafilaksis) atau kesulitan bernapas.
Perawatan Pada beberapa orang, alergi dingin hilang dengan sendirinya setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
Baca juga: Ramalan Zodiak Kesehatan Hari Ini 13 Agustus 2021, Virgo Mengalami Alergi, Capricorn Kurang Tidur
Baca juga: Infeksi Virus Sampai Alergi, Ini Macam-Macam Penyebab Benjolan di Bibir
Namun bagi sebagian orang lainnya, alergi dingin dapat bertahan lama.
Tidak ada obat untuk kondisi ini, tetapi perawatan dan langkah-langkah pencegahan dapat membantu mengurangi gejala.
Dokter biasanya menyarankan penggunaan antihistamin dan menghindari paparan dingin.
Jika tidak mempan, hubungi dokter untuk obat resep.
Obat resep yang digunakan untuk mengobati alergi dingin meliputi:
Nondrowsy antihistamin, seperti loratadine (Claritin), cetirizine (Zyrtec) dan desloratadine (Clarinex) Omalizumab (Xolair), biasanya diresepkan untuk mengobati asma
Jika penyebab alergi dingin adalah kondisi kesehatan lain, maka diperlukan obat-obatan atau perawatan lain untuk kondisi yang mendasari.
Resep autoinjektor epinefrin diperlukan jika memiliki riwayat reaksi sistemik.
Komplikasi Kemungkinan komplikasi utama dari alergi dingin adalah reaksi parah yang terjadi setelah area kulit secara luas terkena dingin, misalnya ketika berenang di air dingin.
Baca juga: RAMALAN ZODIAK Kesehatan Besok Jumat, 13 Agustus 2021: Virgo Alami Alergi, Taurus Tegang dan Lelah
Baca juga: Penyebab Benjolan di Bibir, Mulai Infeksi Virus Hingga Alergi
Pencegahan
Kiat-kiat berikut dapat membantu mencegah alergi dingin yang berulang:
- Minumlah antihistamin sebelum terpapar dingin.
- Minum obat sesuai resep
- Lindungi kulit dari dingin atau perubahan suhu yang tiba-tiba Jika akan berenang, celupkan tangan ke dalam air terlebih dahulu dan cek apakah mengalami reaksi kulit
- Hindari minuman dan makanan dingin untuk mencegah pembengkakan tenggorokan
- Jika dokter meresepkan autoinjector epinefrin (EpiPen, Auvi-Q, lainnya), bawa setiap bepergian untuk mencegah kondisi serius
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Alergi dingin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/alergi-dingin.jpg)