Breaking News:

Berita Badung

Oknum Polisi Mohon Keringanan Hukuman, Dituntut 10 Tahun Penjara Kasus Jual Beli Narkoba di Badung

Gde Made Ardhana (34), polisi yang bertugas di Polres Badung memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Istimewa
Terdakwa Made Ardhana (kiri) didampingi penasihat hukumnya saat menjalani sidang secara daring dari Polresta Denpasar - Oknum Polisi Mohon Keringanan Hukuman, Dituntut 10 Tahun Penjara Kasus Jual Beli Narkoba di Badung 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gde Made Ardhana (34), polisi yang bertugas di Polres Badung memohon keringanan hukuman kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Permohonan itu disampaikan melalui pembelaan (pledoi) secara tertulis yang dibacakan penasihat hukumnya dalam sidang yang digelar secara daring.

Terdakwa mengajukan pembelaan tertulis menanggapi tuntutan sepuluh tahun penjara yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ardhana dituntut pidana oleh JPU karena dinilai bersalah terlibat jual beli narkotik golongan I jenis sabu.

Baca juga: Pesan Sabu Via Instagram, Mantan Sopir Ditangkap BNNK Gianyar

Terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian Satnarkoba Polresta Denpasar bermula dari penangkapan dua orang suruhan terdakwa.

Mereka adalah I Made Buda Artana dan Mohamad Faris Setiawan (kedua terdakwa dalam berkas terpisah).

Dari kedua orang tersebut, kemudian petugas kepolisian menangkap terdakwa di lobi Polres Badung saat tugas piket.

Dari penangkapan terdakwa tersebut, petugas kepolisian mengamankan barang bukti berupa 37 paket sabu dengan berat keseluruhan netto 4,58 gram, dan 3 butir tablet warna hijau psikotropika dengan berat keseluruhan 0,98 netto.

"Pada intinya kami memohon keringanan hukuman terhadap terdakwa. Pertimbangannya, terdakwa kooperatif di persidangan. Terdakwa juga telah mengaku dan menyesali perbuatannya. Terdakwa merupakan tulang punggung keluarga," papar Aji Silaban selaku penasihat hukum, Jumat 8 Oktober 2021.

Diberitakan sebelumnya, JPU menuntut Ardhana dengan pidana penjara sepuluh tahun dan denda Rp 800 juta subsider empat bulan. Ardhana dijerat pasal berlapis, yakni pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotik, dan Pasal 62 Undang-Undang RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved