Breaking News:

Berita Bali

Simulasi Kedatangan Penumpang Internasional di Bandara Ngurah Rai, Berikut 11 Poinnya

Stakeholder penerbangan dan pariwisata Bali menggelar simulasi pelayanan penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Sejumlah pejabat stakeholder penerbangan dan pariwisata Bali yang hadir dan memantau langsung kegiatan simulasi pelayanan penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Sabtu 9 Oktober 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Stakeholder penerbangan dan pariwisata Bali menggelar simulasi pelayanan penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dengan melibatkan talent penimbul situasi sebanyak 90 orang pada hari Sabtu 9 Oktober 2021.

“Dari berbagai stakeholder hadir hari ini bersama-sama untuk melaksanakan simulasi, untuk menguji kadar Standar Operation Prosedur atau SOP yang kita buat untuk mengantisipasi kebijakan pemerintah yang telah menetapkan membuka Bandara Ngurah Rai ini untuk penerbangan internasional khususnya wisatawan,” ujar Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

Baca juga: Sambut Pembukaan Penerbangan Internasional, Bea Cukai Ngurah Rai Siapkan ECD

Pembukaan penerbangan internasional akan dimulai 14 Oktober 2021, setelah ini ditentukan pemerintah maka tanggung jawab dari kami semua stakeholder untuk memastikan kita SOP yang baik.

SOP yang baik itu adalah yang bisa mengendalikan flow kedatangan wisatawan, dari baru datang sampai kepada pemeriksaan tes PCR, imigrasi, pengambilan bagasi, bea cukai dan sampai disini holding area.

Selanjutnya diantarkan ke hotel untuk karantina atau ke rumah sakit bagi yang ada gejala Covid-19.

Baca juga: Ditjen Hubud Cek Kesiapan Bandara Ngurah Rai Bali Jelang Pembukaan Kembali Penerbangan Internasional

“Ini semua flow secara dokumen telah dibuat dan hari ini kita simulasikan untuk memastikan bahwa SOP itu nantinya bisa memperlancarkan semua. Dan yang terpenting dalam SOP ini adalah bagaimana ketika kita membuka wisatawan internasional angka Covid tetap terkendali dengan baik. Itu yang terpenting, artinya kedatangan wisatawan  internasional ini tidak boleh menaikkan kasus Covid di Bali,” jelas Made Indra yang juga selaku Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Bali.

Made Indra menegaskan hal itulah (kedatangan wisatawan internasional ini tidak boleh menaikkan kasus Covid di Bali) yang menjadi concern kita dan bersama-sama tadi sudah kita lihat dan disimulasikan yang nanti akan dievaluasi.

Mudah-mudahan wisatawan internasional bisa meresponnya dengan baik dan disini juga kita bisa melaksanakaannya dengan baik sehingga tujuan membuka pariwisata bagi internasional ini bisa tercapai dengan baik.

Baca juga: Pembukaan Pariwisata Bali, Pemerintah Persingkat Masa Karantina Wisman Dari 8 Hari Jadi 5 Hari

Tujuannya adalah memulihkan perekonomian Bali, kedua memastikan Covid-19 terkendali dan itulah yang ingin kita capai.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved