Breaking News:

Berita Badung

Alih Fungsi Lahan di Badung Dapat Ditekan dengan Awig-awig Subak

Pasalnya awag-awig yang dibuat Bapeda dan Pasedahan Agung Kabupaten Badung menyepakati tiga hal, yakni Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan

TRIBUN BALI/I KOMANG AGUS ARYANTA
Kepala Bapeda dan Pasedahan Agung Kabupaten Badung, Made Sutama 

Sesuai data alih fungsi lahan pertanian di Badung terjadi hingga 95 hektar per tahunnya.

Sesuai statistik luas lahan pertanian 2018 tercatat 9.631 hektar.

Namun, di tahun 2019 mengalami penurunan 38 herktar sehingga luasnya 9.593 Hektar. Namun untuk kini belum diketahui.

Dijelaskan kembali, keberadaan Awig-awig Subak, kata Sutama akan dievaluasi setiap 5 tahun sekali.

Hanya saja dalam evaluasi tetap mengacu pada Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan.

Baca juga: Jelang Pembukaan Pariwisata Internasional, DLHK Badung Pastikan Pantai Bersih dari Sampah Kiriman

"Dari 214 subak, memang ada awig-awignya yang berlakunya lewat dari 5 tahun namun evaluasi kan terus berproses. Ini yang perlu terus dibina, karena salah satu syarat pembentukan subak  harus memiliki awig-awig," terangnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia memberikan pelajaran untuk tidak melupakan sektor pertanian.

Pasalnya, sektor ini telah terbukti mampu bertahan dalam menghadapi berbagai gejolak perekonomian dan menjadi tulang punggung dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.

"Meskipun dalam situasi pandemi Covid 19, para petani tetap harus bekerja guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan mengajak krama subak bangga menjadi petani," tegasnya.

Sekda Adi Arnawa mengakui, pandemi Covid-19 mengajarkan agar tidak terlalu ketergantungan dengan sektor pariwisata.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved