Breaking News:

Australia

Australia Bersiap Menghadapi Lonjakan Kasus Covid-19

Lebih dari 70 persen penduduk New South Wales, negara bagian yang ibu kotanya adalah Sydney, sudah divaksin penuh.

Editor: DionDBPutra
AFP/WILLIAM WEST
Staf medis mengangkut seorang pasien dari Rumah Sakit Royal Melbourne di Melbourne pada 9 Oktober 2021. Negara bagian Victoria mencatat 1.965 kasus Covid baru, jumlah infeksi harian tertinggi sejak awal pandemi. 

TRIBUN-BALI.COM, MELBOURNE - Australia kini bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 dan orang-orang yang dirawat di rumah sakit karena wabah tersebut. Demikian dikatakan para pejabat pada Sabtu 9 Oktober 2021.

Kewaspadaan ditingkatkan di Australia, meski negara itu secara bertahap melonggarkan pembatasan pandemi sementara sebagian besar penduduknya telah divaksinasi.

Sydney, yang berada di bawah penguncian selama lebih dari 100 hari, dijadwalkan untuk melonggarkan sejumlah pembatasan utama bagi mereka yang telah divaksinasi penuh mulai Senin 11 Oktober 2021.

Baca juga: Pernyataan Mengesankan PM Australia Scott Morrison Mengenai Media Sosial

Baca juga: Konsumsi Pil Obat Kuat dengan 2 Botol Minuman Alkohol, Seorang Bule Australia Pingsan di Sanur

Lebih dari 70 persen penduduk New South Wales, negara bagian yang ibu kotanya adalah Sydney, sudah divaksin penuh.

“Kami menyadari bahwa bersamaan dengan langkah pelonggaran, jumlah kasus akan meningkat,” kata pemimpin New South Wales, Dominic Perrottet.

“Namun yang menjadi kunci dari upaya menjaga masyarakat kita tetap aman adalah laju vaksinasi yang tinggi.”

Negara bagian terpadat Australia itu mencatat 580 kasus baru pada Sabtu 9 Oktober 2021, semuanya terinfeksi varian Delta. Sebanyak 11 kematian juga tercatat pada hari yang sama.

Sementara itu negara bagian tetangga, Victoria, melaporkan jumlah infeksi yang mencapai rekor sebanyak 1.965 kasus dan lima kematian. Ibu kota Victoria, Melbourne, telah berada di bawah penguncian sejak awal Agustus.

Sebanyak 57 persen dari 25 juta populasi di Victoria telah menerima vaksinasi.

Pemerintah federal tengah merampungkan rencana untuk mendatangkan 2.000 perawat dan dokter dari luar negeri dalam enam bulan ke depan untuk membantu memenuhi permintaan yang diperkirakan meningkat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved