AC Milan
Ini Statistik Ciamik Pioli Sejak Tangani AC Milan pada 2019, Keputusan Tepat Maldini dan Massara
Stefano Pioli sukses membangun skuad AC Milan lebih bertaji di Serie A Liga Italia semenjak didatangkan sejak 2019 silam.
Penulis: Ady Sucipto | Editor: Ady Sucipto
Performa apik Rossoneri inipun memantik komentar dari bek legendaris AC Milan, Franco Baresi, yang menilai skuat Stefano Pioli punya peluang besar untuk meraih gelar Scudetto musim ini jika mampu bermain konsisten.
“AC Milan sangat luar biasa mereka bermain baik, banyak pemain berkualitas di sana, dan tentu saja milan harus sagat ambisius,” ujar Baresi di DAZN.
Baca juga: Tonggak Kebangkitan AC Milan, Munculnya Sosok Ivan Gazidis, Comandante Stefano Pioli Hingga Maldini
Baca juga: Ini Pengakuan Stefano Pioli: Hubungannya dengan Pemain Muda, Ibrahimovic, dan Impiannya di AC Milan
Pujian tentu harus diberikan kepada sosok Stefano Pioli yang dengan cermat meracik tim yang stabil dari lini belakang hingga garda serang.
Secara skema, sosok Stefano Pioli sangat mengimani ajaran dari Giovanni Trapattoni, yang sangat kental dengan skema 4-2-1-3 yang akan berubah menjadi 4-2-1-2-1 ketika bertransisi.
Trapattoni, terkenal dengan cara membangun tim dari lini tengah, maka jangan heran, Stefano Pioli membekali skuatnya dengan lini tengah yang solid.
Setidaknya, sejauh ini Stefano Pioli mengandalkan 3 nama yang menjadi kerangka untuk Rosonerri : Sandro Tonali, Franck Kessie dan Brahim Diaz.
Sedangkan di bench, AC Milan masih memiliki sosok Rade Krunic, Ismael Bennacer hingga Bakayoko.
Ada alasan mengapa Kessie dan Tonali menjadi double pivot utama.
Kessie misalnya sang gelandang bukan hanya sangat kuat dalam duel-duel lini tengah, tetapi akurasi umpannya juga menjadi penting dalam skema Pioli.
Akurasi umpannya juga mencengangkan, 90 persen sukses dari lebih dari 50 passes per game, ditambah angka memenangi duel sebesar lebih dari 80 persen per pertandingan.
Kessie adalah bos di lini tengah AC Milan, ia selalu dominan di lapangan ataupun di ruang ganti, bahkan kehadiran Rade Krunic tidak membuatnya tergeser.
Belum ada gelandang AC Milan sekomplit Kessie, belum lagi kemampuan mengeksekusi peluang yang cukup apik.
Sedangkan sang tandem, Sandro Tonali, bak maestro di lini tengah, ia bukan hanya flamboyan, namun juga punya kemampuan bertahan sama baiknya.
Di usianya yang baru memasuki awal 20-an, permainan Tonali sudah sangat dewasa, kemampuan defensif terbaiknya terlihat di laga melawan Atalanta pekan lalu.
Sebelum mencetak gol, Tonali memenangkan duel untuk mengamankan bola yang gagal diantisipasi Maignan, serangan balik cepat yang diinisiasi Brahim Diaz dengan cepat menemukan Tonali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pelatih-ac-milan-italia-stefano-pioli-memberikan-instruksi-selama-pertandingan.jpg)