Breaking News:

Berita Bali

Inovasi Mahasiswa Bali di Tengah Pandemi, Daur Ulang Masker Bekas Jadi Campuran Beton

Limbah masker medis yang jumlahnya terus meningkat saban hari menginspirasi para mahasiswa Unmas Denpasar mengolahnya menjadi sesuatu yang berguna.

TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Mahasiswa Teknik Lingkungan dan Teknik Unmas Denpasar mengolah limbah masker menjadi bahan campuran beton, Sabtu 9 Oktober 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR, TRIBUN BALI – Inovasi apik di tengah pandemi Covid-19 datang dari Bali.

Mahasiswa Teknik Lingkungan dan Teknik Sipil Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar mengolah limbah masker bekas menjadi bahan bangunan yakni beton.

Limbah masker medis yang jumlahnya terus meningkat saban hari menginspirasi para mahasiswa Unmas Denpasar mengolahnya menjadi sesuatu yang berguna.

Mereka menamai proses pengolahan limbah masker menjadi bahan campuran beton sebagai Covid Concrete atau disingkat Covcrete19.

Baca juga: Tim Yustisi Kota Denpasar Sidak Masker di Pasar Tumpah, 7 Orang Terjaring

Baca juga: Sidak Masker di Peguyangan Denpasar, 14 Orang Terjaring, 6 Didenda Masing-masing Rp 100 Ribu

"Kami melihat ada peningkatan sampah masker selama pandemi ini, terutama masker medis di kegiatan domestik atau rumah tangga. Kebetulan pada April 2021 itu ada kompetisi pendanaan penelitian dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan mereka memberi kesempatan untuk penelitian-penelitian di bidang kesehatan, salah satunya kami mengambil sub tema penganggulangan sampah medis," kata Ketua Tim Peneliti Covid Concrete, I Made Wahyu Wijaya kepada Tribun Bali, Sabtu 9 Oktober 2021.

Mahasiswa Teknik Lingkungan dan Teknik sipil melakukan proses daur ulang pengolahan limbah masker di Universitas Mahasaraswati, Denpasar, Sabtu 9 Oktober 2021. Pengolahan limbah masker dijadikan bahan campuran untuk beton dan paving blok bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
Mahasiswa Teknik Lingkungan dan Teknik Sipil Unmas  Denpasar mendaur ulang  limbah masker menjadi bahan campuran beton,  Sabtu 9 Oktober 2021.  Pengolahan limbah masker  untuk beton dan paving blok untuk mengurangi pencemaran lingkungan. ((Tribun Bali/Rizal Fanany)

Wahyu Wijaya mengatakan, sampah medis digunakan setiap hari dalam kegiatan domestik atau rumah tangga.

Demi mendapatkan data yang valid, Wahyu Wijaya bersama rekan-rekannya melakukan survei penggunaan masker medis.

Mereka menemukan fakta penggunaan masker medis oleh rumah tangga rata-rata 1 sampai 3 masker per hari.

"Dan, masker yang telah digunakan tersebut langsung dibuang di sampah rumah tangga dijadikan satu tanpa ada pemilihan," katanya.

"Oleh karena itu daripada mencemari lingkungan karena tidak bisa didaur secara alami, maka kami menemukan ide penganggulangan limbah masker medis ini adalah dengan disolidifikasi atau dibentuk dengan dipadatkan," tambahnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved