Breaking News:

Berita Bali

Mahardika Soroti Rencana Pemerintah Membuka Pariwisata Internasional, Bali Harus ‘Jual’ Rasa Aman

AHLI Virologi Universitas Udayana Bali, menyoroti rencana Pemerintah Provinsi Bali membuka pariwisata internasional

Podacst Tribun Bali
Ahli Virologi Universitas Udayana Bali, Prof. Dr. drh I Gusti Ngurah Kade Mahardika - Mahardika Soroti Rencana Pemerintah Membuka Pariwisata Internasional, Bali Harus ‘Jual’ Rasa Aman 

Berdasarkan data nasional, kata Prof Mahardika, dalam sebulan terakhir pengujian sampel menggunakan PCR masih di angka 25 persen jika dibandingkan pengambilan sampel antigen sebesar 75 persen.

"Antigen sensitifitasnya 80-85 persen. Dari 100 orang positif kemungkinan terdeteksi positif 80 orang. Sisanya seolah-olah negatif, sangat lemah. Kita belum bisa menjual you save in Bali kalau filter kita dengan antigen," paparnya.

Prof Mahardika menyebutkan, fasilitas diagnostik di Bali saat ini masih terbatas, sedangkan pengujian sampel harus memadai.

Selain itu, fasilitas rumah sakit, ICU ventilator juga harus memadai.

Di samping itu, mekanisme tim pengendalian Covid-19 harus gerak cepat dan sesegera mungkin bertindak apabila terjadi letupan kasus.

"Misal satu desa atau satu kota ada letupan kasus, maka harus ditutup sementara tanpa mempertimbangan hal lain, karena bisa berhari-hari. Evaluasi situasi harus ada. Sehingga Bali bisa lebih siap dengan membenahi hal-hal tersebut," paparnya.

Baca juga: Australia Bersiap Menghadapi Lonjakan Kasus Covid-19

Ia pun menganalogikan, dengan kasus guncangan terorisme di Bali beberapa tahun silam di mana aparat negara akhirnya bekerja mencegah dan memberantas terorisme hingga ke akarnya dan memberikan kepercayaan serta rasa aman sehingga wisatawan asing kembali datang ke Bali.

"Hal rasa aman seperti itulah yang harus kita ‘jual’ di masa Covid-19, supaya mereka happy datang ke Bali, jadi harus ada kemauan pemimpin, tugas pemerintah adalah menjamin keselamatan warga," ujarnya.

Demi menciptakan rasa aman bagi wisatawan internasional, kata dia, masih ada peluang untuk memperbaiki tiga aspek, yakni kemauan pemimpin untuk mekanisme buka tutup, fasilitas kesehatan dan sistem diagnostik yang modern, cepat dan massal. (*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved