Breaking News:

Berita Seleb

Tanggapan MUI Soal Pernikahan Siri Lesty Kejora dan Rizky Billar: Bukan Kebohongan Publik

Tanggapan MUI soal pernikahan siri Lesty Kejora dan Rizky Billar: bukan kebohongan publik

Editor: Irma Budiarti
Tangkapan layar YouTube Indosiar via Tribunnews.com
Rizky Billar dan Lesti Kejora menikah. Tanggapan MUI soal pernikahan siri Lesty Kejora dan Rizky Billar: bukan kebohongan publik. 

TRIBUN-BALI.COM - Tanggapan MUI soal pernikahan siri Lesty Kejora dan Rizky Billar: bukan kebohongan publik.

Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh angkat bicara soal polemik pernikahan pasangan artis Lesty Kejora dan Rizky Billar.

Asrorun Niam Sholeh menjelaskan perihal hukum pernikahan siri hingga akad nikah 2 kali Lesty Kejora dan Rizky Billar yang belakangan disorot khalayak.

Dengan nada tegas, Asrorun Niam Sholeh menyebut Lesty Kejora dan Rizky Billar tidak melakukan kebohongan publik.

Seperti diketahui, Lesty Kejora dan Rizky Billar sedang jadi perbincangan lantaran blak-blakan soal pernikahannya.

Baca juga: Lesty Kejora Hamil Duluan? Berikut Tanggapan Rizky Billar

Menggelar pernikahan secara negara hingga disiarkan langsung di televisi pada bulan Agustus 2021, Lesty Kejora dan Rizky Billar ternyata sudah menikah siri di awal tahun 2021.

Terkait hal tersebut, Asrorun Niam Sholeh menyebut bahwa pernikahan siri sebenarnya sah menurut hukum negara.

"Nikah siri dalam artian pelaksanaan akad nikah yang terpenuhi syarat dan rukun pernikahan, tetapi belum dicatatkan secara kenegaraan, itu hukumnya sah," ungkap Asrorun Niam Sholeh dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan intens investigasi, Sabtu 9 OKtober 2021.

Sah di mata hukum, pasangan yang telah melakukan pernikahan siri pun tak bisa lepas dari hukum perkawinan sesuai hukum negara.

Jika wanita dari pernikahan siri tersebut hamil, nasab serta perwaliannya pun jelas, yakni dari suami sang ibu yang menikah secara siri tersebut.

"Konsekuensinya, akibat hukum yang lahir dari peristiwa perkawinan itu melekat. Mulai dari kebolehan hubungan suami istri, tanggung jawab nafkah, pengakuan terhadap anak, dan status anaknya sah secara syari, hingga hubungan nasab, perwalian, dan warisan," kata Asrorun Niam Sholeh.

Menjelaskan lebih rinci, Asrorun Niam Sholeh mengungkap bahwa banyak sekali faktor pasangan melakukan pernikahan siri.

Tak melulu buruk, Asrorun Niam Sholeh mengurai penyebab banyak pasangan yang melakukan pernikahan siri. Seperti sulitnya akses untuk mengurus dokumen pernikahan.

"Sekarang perlu diurai kenapa ada peristiwa pernikahan yang belum tercatatkan. Faktornya tidak tunggal.

Kadang orang mensiplifikasi bahwa nikah siri itu merupakan upaya untuk menyembunyikan, menghindari dari izin poligami atau tanggung jawab nafkah, sehingga menimbulkan kerentanan bagi perempuan.

Baca juga: Rizky Billar Mengaku Rezekinya Jadi Berlimpah Setelah Bertemu Lesty Kejora

Tapi fakta di lapangan, pelaksanaan nikah siri itu tidak serta merta karena motivasi buruk seperti itu," imbuh Asrorun Niam Sholeh.

Lebih lanjut, Asrorun Niam Sholeh pun mengungkap aturan soal pernikahan di dalam undang-undang.

Bahwa yang terpenting dalam undang-undang pernikahan adalah sah secara agama masing-masing. Adapun pernikahan negara adalah terkait dengan pencatatan secara resmi saja.

"UU 1 tahun 1974 tentang perkawinan menegaskan bahwa negara tidak dalam posisi menentukan keabsahan pernikahan.

Pasal 2 ayat 2 menerangkan bahwa pernikahan sah jika sesuai ketentuan agama masing-masing, baru kemudian pernikahan dicatat untuk administrasi," ungkap Asrorun Niam Sholeh.

Artinya, pernikahan siri yang memenuhi syarat dan rukun perkawinan itu sah di mata hukum.

Karenanya, pasangan yang melakukan pernikahan siri boleh mencatatkan statusnya itu di dalam kartu keluarga.

Asrorun Niam Sholeh juga menjelaskan soal akad nikah dua kali yakni ketika nikah siri dan nikah negara di KUA.

"Nikah siri dalam pengertian yang terpenuhi syarat dan rukunnya, itu sah sekalipun belum dicatatkan. Kemudian untuk kebutuhan pencatatan, kesaksian untuk pencatat, dia nikah lagi, boleh enggak? Boleh secara keagamaan.

Bukan berarti menganggap yang lama itu batal, enggak. Jadi itu dibolehkan untuk kepentingan maslahat yang hendak diperoleh," kata Asrorun Niam Sholeh.

Baca juga: Rizky Billar dan Lesti Kejora Ijab Kabul Dua Kali, Mila Machmudah: Tidak Ada Ijab Kabul Dua Kali

Menegaskan penjelasannya, Asrorun Niam Sholeh pun menyebut Lesty Kejora dan Rizky Billar sebenarnya tidak melakukan kebohongan publik.

Adapun akad nikah dua kali yang dilakukan Lesty Kejora dan Rizky Billar itu sah dan diperbolehkan di mata agama maupun negara.

"Ada nikah siri, lalu nikah lagi di hadapan ppn, itu bukan kebohongan publik. Jadi tidak ada isu sama sekali dalam konteks fikih dan aturan undang-undang," tegas Asrorun Niam Sholeh.

Lesty Kejora dan Rizky Billar Diadukan ke Polisi

Kongres Pemuda Jawa Timur (KP Jatim) akhirnya resmi membuat aduan ke Polda Metro Jaya terhadap pasangan artis Rizky Billar dan Lesty Kejora.

Kongres Pemuda Jatim menjadi wakil dari salah seorang masyarakat yang resah atas pernikahan Lesty Kejora dan Rizky Billar, yakni bernama Mila Machmudah Djamhari.

Datang jauh-jauh dari Surabaya, Edi Prastio selaku Ketua Komite Pemuda Jawa Timur telah membuat aduan ke polisi terhadap pasangan berjuluk Leslar itu.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari kanal cumi cumi indigo, Edi Prastio mengurai alasan mengadukan Leslar ke polisi.

Hal itu berkaitan dengan mekanisme pernikahan siri Lesty Kejora dan Rizky Billar yang dianggap membuat masyarakat gaduh.

Seperti diketahui, Lesty Kejora dan Rizky Billar tengah berpolemik akibat pernikahan siri mereka.

Menggelar pernikahan secara agama dan disiarkan langsung di televisi, Lesty Kejora dan Rizky Billar ternyata sudah menikah siri.

Lesty Kejora dan Rizky Billar menikah siri pada April 2021 dan menikah negara pada Agustus 2021.

Sempat ditutup-tutupi, Lesty Kejora dan Rizky Billar akhirnya mengakui pernikahan siri tersebut.

"Kalau nikah sirinya tidak dipermasalahkan. Yang dipermasalahkan teknis pencatatannya di KUA. Untuk mengedukasi publik supaya tidak gaduh terkait pernikahan siri," ujar Edi Prastio dilansir pada Jumat 8 Oktober 2021.

Baca juga: Tak Pusing Cacian Warganet Soal Nikah Siri, Ini Pesan Menohok Rizky Billar dan Lesti Kejora

Lebih lanjut, Edi Prastio pun menyoroti kandungan Lesty. Diakui Edi Prastio, kliennya yakni Mila sebenarnya merasa iba dengan bayi Lesty Kejora.

Karena akibat pernikahan siri tersebut, bayi Lesty Kejora diduga akan kesulitan diketahui secara jelas perihal nasabnya.

"Dalam hal ini kan terkait status juga. Dia kan sudah kawin, nikah siri, sah secara agama dalam undang-undang. Tapi kenapa tidak melalui isbat.

Kehamilannya saat ini, diduga nanti nasabnya ke siapa? Tapi kalau nikah siri, isbat tunggu pengadilan, lalu dicatatkan nikah agama, selesai kok," ungkap Edi Prastio.

Baru membuat aduan, Kongres Pemuda Jatim menjelaskan kenapa tak langsung mengajukan laporan polisi.

"Kami membuat aduan tertulis terlebih dahulu, karena kami membuka ruang publik untuk mediasi. Atau si Leslar ini membuat pengakuan atau minta maaf ke publik sesuai apa yang kami sampaikan," ujar Edi Prastio.

Terkait aduan tersebut, Edi menyebut kliennya hanya ingin Leslar melakukan satu hal. Mila ingin agar Lesty Kejora dan Rizky Billar meminta maaf kepada khalayak terkait pernikahan sirinya.

"Tujuan kami simpel kok, si Lesty dan Billar itu menyampaikan permohonan maaf ke publik. Sehingga tidak ada kegaduhan di tengah masyarakat," kata Edi Prastio.

Ikut mendampingi Edi Prastio, presiden Kongres Pemuda Indonesia, Pitra Romadoni angkat bicara.

"Saya selaku presiden kongres pemuda Indonesia, memberikan pertimbangan dan saran kepada kongres pemuda Jawa Timur agar proses ini aduan terlebih dahulu. Karena permintaan klien (Mila) hanya ingin Leslar meminta maaf kepada publik," pungkas Pitra.

(Tribunnews Bogor/Khairunnisa)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul MUI Buka Suara soal Pernikahan Lesty Kejora dan Rizky Billar, Tegaskan Leslar Tak Lakukan Kebohongan Publik

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved