Breaking News:

35 Hotel Disiapkan untuk Karantina Wisman di Bali, Menparekraf Sandiaga Minta Tak Ada Getok Harga

Menanggapi penyediaan fasilitas karantina tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus berkoordinasi memfinalisasi kesiapan hotel-hotel

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
tangkap layar Weekly Press Briefing bersama Menparekraf Sandiaga Uno 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, YOGYAKARTA - Pemprov Bali merencanakan akan menyediakan 35 hotel untuk karantina dan sejumlah fasilitas penunjang tracing dan treatment di Bali untuk persiapan pembukaan kembali penerbangan internasional.

Menanggapi penyediaan fasilitas karantina tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berkoordinasi memfinalisasi kesiapan hotel-hotel tersebut, terkait apakah akan ada penambahan jumlah hotel karantina dan apakah hotel tersebut boleh menerima tamu lain selain wisatawan mancanegara atau tidak.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan Pemda Bali dan juga stakeholder untuk memfinalisasi hal ini," ujar Menparekraf, Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing, Senin (11 Oktober 2021) di pawon purba desa wisata Nglanggeran Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta.

Sandiaga Uno menambahkan untuk harga paket karantina mandiri bagi wisman pihaknya telah memberikan panduan agar harga ini disesuaikan dengan konsep pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Baca juga: ABUJAPI Harap Pembukaan Pariwisata Internasional di Bali Akan Tingkatkan Permintaan Jasa Pengamanan

"Dan konsep jangan getok (harga), karena kita ingin berkelanjutan ini bukan hanya berkelanjutan dari segi lingkungan.

Tapi ada repeat customer dan repeat customer ini harus pulang membawa pengalaman dan kenangan yang baik," ungkap Menparekraf Sandiaga.

Ia menambahkan untuk hotel karantina mandiri bagi wisman dipusatkan di tiga green zone yakni wilayah Sanur, Ubud, dan Nusa Dua (SUN).

Diberitakan Sabtu (9/10/2021) lalu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar, dr. Jefri Hasurungan Sitorus akan ada penambahan sebanyak 20 hotel karantina mandiri bagi wisman.

"Saat ini memang yang sudah dilaporkan ada 35 hotel tapi kita sudah mempersiapkan penambahan beberapa hotel lagi yang sudah diverifikasi," kata dr. Jefri.

Ia menambahkan target pertama ini akan ditambah sebanyak 20 hotel untuk karantina mandiri bagi wisman sambil melihat situasi nanti seperti apa, jika dibutuhkan lebih banyak lagi akan kita tambah tapi ada batas maksimalnya.

"Masih 35 hotel tapi kita siapkan tambahan, idealnya tergantung jumlah (berapa wisman) yang masuk tidak bisa kita sebutkan berapa idealnya. Jadi sudah kita hitung seperti apa yang disampaikan Kemenkes jumlah kamar itu harus 8 kali jumlah yang masuk per harinya," jelas dr. Jefri.

Sehingga misalnya yang masuk itu 1.500 wisman maka kamar yang kita siapkan itu 8 kali 1.500 orang dikali berapa lama masa karantina, apakah nanti berapa hotel yang dapat memenuhi itu ya itulah idealnya.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved