Breaking News:

Berita Badung

Awig-Awig Bisa Menjaga Eksistensi Subak, Minimalkan Alih Fungsi Lahan di Kabupaten Badung

Awig-awig atau peraturan adat bisa menjaga eksistensi subak di Kabupaten Badung, Bali.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Ketua DPRD Kabupaten Badung I Putu Parwata - Awig-Awig Bisa Menjaga Eksistensi Subak, Minimalkan Alih Fungsi Lahan di Kabupaten Badung 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Awig-awig atau peraturan adat bisa menjaga eksistensi subak di Kabupaten Badung, Bali.

Alih fungsi lahan pun bisa diminimalkan.

Awig-awig yang dibuat Bapeda dan Pasedahan Agung Kabupaten Badung menyepakati tiga hal, yakni Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan.

"Astungkara tidak ada penurunan, jumlah mereka (subak) tetap segitu. Untuk menjaga eksistensi mereka sudah diperkuat dengan awig-awig," kata Kepala Bapeda dan Pasedahan Agung Kabupaten Badung, Made Sutama, Minggu 10 Oktober 2021.

Baca juga: Terkait Awig-awig Subak, Ketua DPRD Badung Minta Pihak Subak Objektif Saat Ada Alih Fungsi Lahan

Made Sutama menyebut jumlah subak di Kabupaten Badung hingga kini 214 dengan jumlah pekaseh 210 orang.

Menurut dia, seluruh Subak di Badung telah memiliki awig-awig.

"Aturan tradisional ini menyepakati tiga hal yakni Parahyangan, Pawongan, dan Palemahan," tegasnya.

Lebih lanjut birokrat asal Desa Pecatu, Kuta Selatan itu menjelaskan awig-awig subak menyepakati tiga hal seperti Parahyangan terkait dengan aci-aci (upacara) ke Pura Subak.

Pawongan terkait dengan pemilihan Pekaseh dan Palemahan terkait dengan alih fungsi lahan dan batas batas subak.

"Jadi karena ini alih fungsi lahan bisa ditekan," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved