Breaking News:

Persib

Begini Analisis Pengamat Bola Soal Aksi Demo Suporter Persib, Ingatkan Dampak ke Klub dan Liga 1 Ini

Demo suporter Persib Bandung yang dilakukan pada Minggu 11 Oktober 2021 sore, memantik perhatian dari berbagai kalangan.

Editor: Ady Sucipto
Istimewa/tribun jabar
Unjuk Rasa Bobotoh di Depan Graha Persib Kota Bandung, Peserta Menyalakan Flare hingga Tutup Jalan Raya 

TRIBUN-BALI.COM, BANDUNG  - Demo suporter Persib Bandung yang dilakukan pada Minggu 11 Oktober 2021 sore, memantik perhatian dari berbagai kalangan.

Satu di antaranya memantik sorotan dan analisis dari pengamat Sepak Bola Bandung dan Peneliti Hukum Olahraga Eko Noer Kristiyanto atau Eko Maung.

Eko Maung menyayangkan, energi besar dari bobotoh atau suporter Persib tidak terarah dan gagal menyentuh persoalan prinsipil.

Menurutnya, aksi tersebut tidak terlepas dari krisis kepemimpinan di bobotoh.

"Aksi bobotoh membuat energi besar berpotensi menjadi kontraproduktif. Bukan hanya untuk tim namun juga Liga 1 secara keseluruhan," katanya.

Baca juga: Demo Suporter Persib, Manajemen Tandatangani Tuntutan Alberts Mundur dari Pelatih, Ini Kata Pengamat

Baca juga: BOS PERSIB BANDUNG Jadi Sasaran Empuk Pendemo, Bobotoh Nyalakan Flare Hingga Yel-yel

Aksi unjuk rasa suporter dan berbagai spanduk yang dipasang di Graha Persib saat bobotoh melakukan aksi hari Minggu 10 Oktober 2021.
Aksi unjuk rasa suporter dan berbagai spanduk yang dipasang di Graha Persib saat bobotoh melakukan aksi hari Minggu 10 Oktober 2021. (Tribun Jabar/Ferdyan AN)

Ia mengatakan, sebetulnya peran leader harus ada.

Kalau suporter bola ingin memberikan ultimatum kepada tim kesayangannya bukan duduk satu meja dengan manajemen. 

"Ini artinya konseptor, pemikir, sama kepemimpinan tidak ada. Saya menilai ini sporadis. Suporter itu kelompok penekan di luar manajemen. Tapi tindak-tanduk mereka bisa mempengaruhi keputusan manajemen," katanya.

Ia juga menyebutkan, kalau Bobotoh sekarang sudah dianggap sepele oleh manejemen.

Bahkan bobotoh untuk menemui manajemen saja sangat sulit.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved