Breaking News:

Pegawai KPK Korban Tes Wawasan Kebangsaan, Kini Jualan Nasi Goreng hingga Masakan Korea

Setidaknya ada tujuh pegawai yang dipecat dari lembaga antirasuah memilih untuk berdagang, mulai nasi goreng hingga camilan.

Editor: Bambang Wiyono
Tribunnews.com/Ist
Tigor merupakan korban tes wawasan kebangsaan (TWK) yang berujung pemecatan pada 30 September 2021.  

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) korban Tes Wawasan Kebangsaan yang kemudian dipecat, kini menyebar dengan berbagai pekerjaan baru.  

Kabar terbaru, setelah tidak bekerja di KPK, beberapa memilih untuk berdagang.

Informasi ini dibenarkan oleh mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, yang juga termasuk dalam daftar 57 pegawai tak lulus TWK.

Dari data yang diperoleh Yudi, ia menyebut setidaknya ada tujuh rekannya yang dipecat dari lembaga antirasuah memilih untuk berdagang.

Mayoritas mereka, memilih untuk berdagang makanan. Mulai dari dagang nasi goreng hingga makanan ringan alias cemilan.

"Sampai saat ini di catatan saya ada tujuh (yang berjualan)," ujar Yudi Purnomo saat dikonfirmasi Tribunnews, Senin (11/10/2021).

Yudi menjabarkan, satu di antara tujuh rekannya yang kini berdagang adalah mantan fungsional Biro Hukum KPK Juliandi Tigor Simanjuntak.

Tigor, sapaan karib Juliandi Tigor Simanjuntak, memilih untuk berjualan nasi goreng.

Menurut Yudi, Tigor berjualan nasi goreng di daerah rumahnya.

Selain Tigor, ada juga mantan fungsional Jejaring Pendidikan KPK Anissa Rahmadhany yang kini berjualan sambal dan masakan Korea.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved