Breaking News:

Berita Gianyar

Perseteruan Desa Adat Jero Kuta Pejeng dengan Sejumlah Krama di Gianyar, Polisi Jaga Ketat 24 Jam

APARAT kepolisian menjaga ketat selama 24 jam pasca perseteruan Desa Adat Jero Kuta Pejeng dengan sejumlah krama

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Situasi tegang pasca prajuru Desa Adat Jero Kuta Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali membacakan sanksi untuk krama yang melaporkan prajuru ke polisi, Minggu 10 Oktober 2021 

Setelah bendesa setempat ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian, dua krama tersebut kini dikenakan sanksi diusir dari tanah adat.

Sementara krama yang mendukung dua orang ini, dikenakan sanksi tidak memperoleh layanan adat.

Kapolsek Tampaksiring, AKP Ni Luh Suardini mengatakan, pascakeputusan adat yang mengusir dua krama dan mengenakan sanksi pada ratusan krama, pihaknya melakukan pengawasan wilayah Desa Adat Jero Kuta Pejeng selama 24 jam.

Baca juga: Desa Adat Jero Kuta Pejeng Memanas,Pasca Bendesa Ditetapkan Tersangka,2 Krama Diusir dari Tanah Adat

Pengawasan tidak hanya dilakukan di rumah Bendesa atau krama yang diusir, tetapi di setiap wilayah desa tersebut.

"Kita awasi 24 jam di setiap wilayah. Sejauh ini situasi masih kondusif. Tidak ada tanda-tanda krama melakukan aksi yang melanggar hukum," ujarnya, Minggu 10 Oktober 2021. (*).

Kumpulan Artikel Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved