Breaking News:

Berita Bali

RSUD Bali Mandara Tegaskan Tidak Ada Dukun atau Balian Dalam Pengobatan Tradisional

Sempat digadang-gadang akan sediakan balian (dukun) dalam pengobatan tradisional, pihak RSUD Bali Mandara angkat bicara. 

IST/farmasi.unpad.ac.id via Tribun Jogja
Ilustrasi Obat tradisional 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sempat digadang-gadang akan sediakan balian (dukun) dalam pengobatan tradisional, pihak RSUD Bali Mandara angkat bicara. 

Ketika dikonfirmasi, Kasubag Umum dan Humas RSUD Bali Mandara, I Gusti Agung Putu Aditya Mahendra mengatakan pengobatan tradisional yang dimaksudkan bukan yang menggunakan jasa dukun atau balian. 

Baca juga: Macam-macam Ilmu Hitam dan Metode Pengobatan Melalui Crystal Healing

"Intinya ini bukan dukun atau balian, namun mereka nantinya akan terdaftar. Mereka yang sudah memiliki sertifikat yang sudah terverifikasi BPOM Ini merupakan tenaga non medis, namun mereka sudah dibekali dengan kemampuan itu."

"Ini nantinya akan berada di dalam poli. Sudah disiapkan 1 ruangan saja," katanya pada, Senin 11 Oktober 2021. 

Sementara itu jenis pengobatan tradisional, nantinya akan seperti akupuntur dan akupresur.

Adit mengatakan intinya pengobatan tradisional ini tidak menggunakan balian atau duku.

Hal ini serupa dengan yang disampaikan oleh Kemenkes.  

Baca juga: Komplikasi Akibat Tipes Bila Pengobatan Antibiotik Tidak Tuntas

"Ada yang namanya akupuntur dan akupresur. Memang itu merupakan pengobatan tradisional, yang nantinya diarahkan ke pengobatan herbal," tambahnya. 

Untuk jumlah orang yang akan dipekerjakan dalam pengobatan tradisional tersebut, pihaknya belum mengetahui, karena tenaganya masih disertifikasi dari Dinas Kesehatan.

Selain itu masih akan dilakukan uji coba pada kemampuannya untuk melakukan pengobatan.

Poli tradisional ini rencananya akan dibuka Januari 2022 mendatang. Maka dari itu, pihaknya membantah akan mempersiapkan tenaga dukun atau balian. 

Baca juga: Berasal Dari Weda, Usada Bali Pengobatan Tradisional Rakyat Bali Sejak Dahulu

"Yang benar adalah lebih ke pijat dan akupuntur. Karena selama ini untuk cedera itu biasanya ke fisioterapi. Untuk non medis ini ada layanan tradisional, kita belum tahu tarifnya, apa nanti di-cover dengan BPJS, ini masih dibicarakan."

"Karena dari sisi BPJS harus ada kajian, apakah ini termasuk jasa atau obat. Untuk obat juga harus ada kajian, misalkan ada sertifikat dari BPOM. Nama untuk akupuntur ini sepertinya termasuk jasa. Ini masih ngurus untuk sertifikasinya. harus ada sertifikatnya," tambahnya. (*)

Berita lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved