Breaking News:

Serba serbi

Tumpek Panguduh Sebentar Lagi, Berikut Upakara yang Harus Disiapkan

Sebentar lagi, umat Hindu di Bali akan merayakan hari suci Tumpek Wariga atau Tumpek Panguduh.

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Ilustrasi canang sari 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebentar lagi, umat Hindu di Bali akan merayakan hari suci Tumpek Wariga atau Tumpek Panguduh.

Yakni pada Sabtu, 16 Oktober 2021 atau pada Saniscara Kliwon wuku Wariga. 

Dalam lontar Sundarigama, dijelaskan bahwa umat Hindu disarankan melakukan persembahyangan dan membuat sesajen persembahan ke hadapan Sang Hyang Sangkara. 

Baca juga: Tumpek Landep, Mobil Damkar hingga Mobil Jenazah BPBD Denpasar Diupacarai

Sang Hyang Sangkara adalah dewa penguasa tumbuh-tumbuhan.

Adapun jenis sesajen tersebut, terdiri atas pras, tulung sasayut, tumpeng, bubur, tumpeng agung, lauk daging babi atau itik juga diperbolehkan. 

Serta tentunya dilengkapi dengan raka-raka, panyeneng, dan tatebus. Sesajen juga dibuat ditujukan kepada manusia, yakni terdiri dari sasayut cakragni dan sasayut pangadang hati. 

Baca juga: Mengenal Kulkul, Media Komunikasi yang Disucikan dalam Masyarakat Hindu Bali

Dalam Alih Aksara, Alih Bahasa, dan Kajian Lontar Sundarigama, disebutkan bahwa makna perayaan hari suci Tumpek Panguduh adalah untuk memohon anugerah kepada Sang Hyang Sangkara

Agar beliau memberikan kesuburan kepada tumbuh-tumbuhan. Sehingga tumbuh-tumbuhan itu dapat berbunga, berbuah, berdaun lebat untuk dijadikan sumber kehidupan bagi umat manusia. 

Dalam lontar Sundarigama, koleksi Geria Gede Banjarangkan, Klungkung, juga disebutkan makna Tumpek Panguduh. 'Anguduh ikang sarwa ning taru asekar, awoh, agodong dadi amreta ning urip'.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved