Breaking News:

Luhut Akan Batasi Impor Industri Game, Pasarnya Capai Rp 24,4 Triliun Indonesia Baru Ambil 3 Persen

Berdasarkan undang-undang, industri game harus berisi konten-konten mengenai Pancasila, kenegaraan, hingga UUD 1945.

Editor: Bambang Wiyono
Tribun Bali / Zaenal Nur Arifin
Menko Marves Luhut Pandjaitan saat konferensi pers acara forum investasi dengan negara-negara mitra di Nusa Dua, Bali 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pemerintah Indonesia akan menguatkan industri game dalam negeri. 

Selama ini, industri game didominasi dari impor, padahal pasarnya begitu besar.

Pasar industri game di Indonesia mencapai Rp 24,4 triliun. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, pada tahun 2021 nilai pasar industri game Indonesia mencapai Rp 24,4 triliun.

"Game industry ini menurut saya sangat penting, kemarin kita sudah rapatkan. Game ini mempunyai market hampir Rp 24,4 triliun tahun ini," ujar Luhut dalam peluncuran Gernas BBI di Kalimantan Timur, yang disiarkan kanal Youtube Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Selasa (12/10/2021).

Meski nilai pasarnya besar, industri game Indonesia masih tergantung impor. Luhut menyebut impor industri game Indonesia mencapai 97 persen.

Indonesia baru mampu mengambil porsi pasar industri game sebesar 3 persen.  

Oleh karena itu, Luhut mengungkapkan bahwa pemerintah akan melakukan pembatasan. Ia ingin industri game menggunakan produk buatan Indonesia.

"Kemarin kita rapat, siap tutup. Bandwidth-nya kita kecilkan. Jadi semua harus buatan dalam negeri," kata Luhut.

Ia juga menyebut, berdasarkan undang-undang, industri game harus berisi konten-konten mengenai Pancasila, kenegaraan, hingga UUD 1945.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved