Breaking News:

Berita Bali

Menko Luhut Sebut Syarat Asuransi Kesehatan 100 Ribu Dollar AS, Pemprov dan PHRI Bali Tak Tahu

Salah satunya adalah dengan adanya kewajiban asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimum 100 ribu dollar AS dan mencakup pembiayaan

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah wisatawan mancanegara menggunakan masker saat mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai, Badung, Jumat (31/1/2020). Menko Luhut Sebut Syarat Asuransi Kesehatan 100 Ribu Dollar AS, Pemprov dan PHRI Bali Tak Tahu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Jelang pembukaan Bali untuk penerbangan internasional, sederet peraturan ditetapkan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Salah satunya adalah dengan adanya kewajiban asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimum 100 ribu dollar AS dan mencakup pembiayaan penanggungan Covid-19.

Persyaratan ini sendiri diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi merangkap Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan saat mengumumkan hasil evaluasi dan perkembangan PPKM, Senin 11 Oktober 2021.

Terkait dengan adanya persyaratan tersebut, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace belum mengetahui secara rinci mengenai persyaratan tersebut.

Baca juga: Persiapan Pembukaan Pariwisata Bali, Pemprov Siapkan Dua Skema Ini

“Itu kalau nggak salah, saya baru dengar itu klasifikasi untuk satu bulan dan dua bulan, perbedaannya di sana. Ada asuransi sih. Coba bisa ditanyakan ke Kadis Pariwisata,” kata pria yang juga Ketua PHRI Bali ini saat dihubungi Tribun Bali, Selasa 12 September 2021.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Bali, Putu Astawa menyebutkan hal serupa.

Menurut sepengetahuannya, kebijakan tersebut ditetapkan sebagai bagian dari perlindungan kepada wisatawan mancanegara tersebut saat berkunjung ke Bali.

“Karena asuransi itu, yang saya tahu harus membawa asuransi kesehatan atau perjalanan begitu lah, untuk memperoleh asuransi itu harus ada premi, dan perusahaan asuransi masing-masing negara beda-beda, contoh misalnya ada yang preminya 1 juta akan memperoleh pertanggunggan 1 miliar untuk kurun waktu 30 hari itu contohnya, dan ini tidak berlaku semua negara sama, tergantung perusahaan asuransi masing-masing. Ya siapa tahu dia terpapar di Bali, jelas pertanggungjawabannya,” akunya.

Sebelumnya,  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan saat ini pemerintah terus memperkuat persiapan jelang pembukaan perjalanan internasional ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada 14 Oktober 2021 untuk wisatawan mancanegara (wisman).

Menparekraf Sandiaga Uno saat weekly press briefing di Desa Wisata Ngalenggeran, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (11/10/2021) menjelaskan, pada Sabtu (9/10/2021) lalu, telah dilakukan simulasi kedatangan penumpang dari luar negeri di Bandara Ngurah Rai yang diselenggarakan oleh Kemenhub, Kemenkes, AP1, Otoritas Bandara, dan dipantau oleh Pemda Bali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved