Breaking News:

Berita Denpasar

Meski Pandemi, Serapan Anggaran APBD Denpasar untuk Pos Belanja Mencapai 1,2 Triliun

Hingga Oktober 2021 ini, besaran serapan anggaran APBD Kota Denpasar untuk pos belanja sudah mencapai 62,82 persen.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Noviana Windri
Humas Pemkot Denpasar
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat pelaksanaan Rapat Evaluasi Covid-19 di Kota Denpasar yang dipandu Pj. Sekda Kota Denpasar, I Made Toya dengan menerapkan protokol kesehatan di Ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar, Jumat 23 Juli 2021 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hingga Oktober 2021 ini, besaran serapan anggaran APBD Kota Denpasar untuk pos belanja sudah mencapai 62,82 persen.

Dimana besaran serapan anggaran ini senilai Rp 1,2 triliun.

Meskipun masih dalam suasana pandemi pandemi Covid-19, namun Pemkot Denpasar tetap berupaya melakukan proses pembangunan dengan baik.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkot Denpasar, Dewa Gede Rai mengatakan meskipun masih dalam situasi pandemi Covid-19, namun semua proses pembangunan tetap berjalan.

“Pembangunan tetap berjalan meski ada hambatan karena masih dalam masa PPKM level III. Namun jika mengacu pada angka, realisasi kita sudah cukup baik,” kata Dewa Rai, Selasa 12 Oktober 2021.

Baca juga: Jadi Ruang Ekspresi Anak Muda, Pemkot Denpasar Gelar D’Youth Fest 2021

Baca juga: Pemkot Denpasar Soroti Penggunaan Limbah Masker Medis Untuk Beton, Dewa Rai : Harus Hati-hati

Baca juga: 9 Jabatan Eselon II di Pemkot Denpasar Masih Lowong, Wali Kota: Secepatnya Akan Diisi

Ia mengatakan, untuk belanja barang dan jasa juga cukup tinggi.

Hingga bulan ini sudah menyentuh angka Rp 379 miliar atau 58,98 persen.

Demikian pula pos-pos belanja lainnya juga telah mencapai angka yang cukup tinggi.

Sedangkan sisanya, masih ada dua setengah bulan ini untuk mengejar yang belum terealisasi.

Terkait kendala yang dihadapi dalam penyerapan anggaran, Dewa Rai beralasan karena adanya pandemi Covid-19 yang mengharuskan adanya beberapa kegiatan yang belum bisa terealisasi.

“Beberapa agenda memang belum bisa terlaksana, meski pun sudah ada anggarannya. Semua itu akibat pemberlakuan PPKM, sehingga semua kegiatan dibatasi,” katanya.

Pihaknya menambahkan, akan segera mengejar target yang belum tercapai, apalagi level untuk PPKM di Denpasar sudah turun menjadi level III. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved