Breaking News:

Bangli

Penerbangan Internasional ke Bali Segera Dibuka, Pengelipuran Siap Terima Kunjungan Wisman

Rencana pemerintah untuk membuka Bali bagi wisatawan mancanegara 14 Oktober mendapat respon positif dari sejumah pengelola pariwisata di Bangli

tribun bali/MER
SUASANA DESA PENGLIPURAN 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Rencana pemerintah untuk membuka Bali bagi wisatawan mancanegara (Wisman) 14 Oktober mendapat respon positif dari sejumah pengelola pariwisata di Bangli.

Pihak pengelola juga mengaku sudah siap, lantaran telah memiliki sertifikat CHSE.

Salah satunya Penglipuran.

Objek wisata yang dikenal sebagai desa terbersih di dunia itu siap menyambut kembali kedatangan wisman.

Pihak Pengelola Desa Wisata Pengelipuran tetap berkomitmen melakukan pembatasan jumlah kunjungan mencapai 50 persen dari kapasitas yang ditentukan untuk mencegah terjadinya kerumunan.

Hal ini diungkapkani Pengelola Desa Wisata Pengelipuran, I Nengah Moneng, Selasa (12/10). Pihaknya mengungkapkan sudah melakukan berbagai persiapan.

Baca juga: Turis Polandia Sudah Tak Sabar untuk Jalan-jalan ke Bali

Mulai dari kepemilikan sertifikat CHSE, menambahkan QR Scan Peduli Lindungi, hingga kelengkapan sarana prasarana protokol kesehatan.

“Secara umum kami sudah siap. Mungkin hanya perlu memantapkan saja."

"Seperti pengecekan fasilitas, kelengkapan informasi, penambahan pecalang, hingga edukasi kepada petugas dan masyarakat agar lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya.

Moneng menambahkan, sejak dibuka tanggal 9 September hingga kini, DTW Penglipuran secara bertahap mengalami peningkatan kunjungan.

Jumlah wisatawan per hari rata-rata mencapai 200 orang. “Bahkan kemarin mencapai 300 orang. Mengenai wisatawan yang datang bervariasi. Ada dari dari Jawa, Makasar, hingga Kalimantan. Selain itu, pada awal dibuka kita juga sudah diinstruksikan oleh Dinas Pariwisata untuk memberlakukan retribusi,” ujarnya.

Karena tingginya jumlah kunjungan, Moneng berharap kepada pengunjung agar betul-betul mentaati aturan di desa wisata Pengelipuran terkait penerapan Prokes.

Baca juga: Terkait Tes Swab untuk Siswa yang Ikuti PTM di Badung, Kadiskes Sebut Tujuannya Adalah Screening

Untuk mencegah terjadinya kerumunan, imbuhnya, pihak Pengelola tetap berkomitmen melakukan pembatasan jumlah kunjungan 50 persen, dari kapasitas maksimal 800 orang.

“Dulu sebelum covid, kapastias yang kita miliki rata-rata 800 orang per hari. Saat ini kita batasi menjadi 400 orang per hari, dan disebar ke berbagai tempat yang telah disiapkan. Sehingga tidak berkerumun. Apabila sewaktu-waktu kapasitasnya berlebih, maka akan diatur jika tamu sudah keluar, baru dipersilakan mereka yang baru datang masuk. Sehingga Pengelipuran tetap aman dan nyaman, selamat, serta lingkungannya tetap terjaga,” tandasnya. (mer)

Artikel terkait Bangli

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved