Breaking News:

Berita Denpasar

12 Tahun Mengadu Nasib Berjualan Onde-onde di Bali, Nasir Mampu Sekolahkan Anak Hingga Beli Rumah

Kisah ini bermula dari pria asal Medan yang mengadu nasib di Bali selama 12 tahun lamanya.

(Tribun Bali/Rizal Fanany)
Nasir, memproduksi onde-onde di sebuah rumah produksi onde-onde jalan A. Yani Utara, Denpasar, Rabu 13 Oktober 2021. Sebelum pandemi ia memproduksi 8 ribu onde-onde, kini hanya memproduksi 6000 buah onde-onde. Ia berharap usahanya bangkit kembali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Arini Valentya Chusni

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kisah ini bermula dari pria asal Medan yang mengadu nasib di Bali selama 12 tahun lamanya.

Muhammad Nasir, sering dipanggil Nasir.

Merupakan pria kelahiran 3 Juli 1971 yang memulai bisnis kulinernya menjadi penjual onde-onde.

Sebelum pandemi, onde-onde yang ia jualkan hampir mencapai 8.000 buah per harinya, namun setelah pandemi melanda, Nasir hanya memproduksi onde-onde sekitar 3.500 buah saja.

Saat pandemi melanda, Nasir hanya memproduksi onde-onde pesanan saja. Terkadang hanya 500 buah perharinya.

Baca juga: Beratnya Bertahan Saat Pandemi, Dulu Nasir Mampu Produksi 8.000 Onde-onde Kini Hanya 6000 Buah

Baca juga: Resep Onde-Onde Durian, Camilan Tradisional dengan Rasa Nikmat dan Unik

Ia pun kebingungan harus mendapatkan modal darimana. Pandemi membuatnya berfikir cari cara agar jualannya tetap jalan.

“Rupanya, anak saya mengetahui kalau orang tuanya lagi susah. Saya tidak tahu kalau anak saya mempromosikan onde-onde ini lewat sosial media,” terang Nasir saat ditemui Tribun Bali, Rabu 13 Oktober 2021 pukul 09.15 wita.

Dari situlah, usahanya kembali bangkit. Hari per hari selalu datang pesanan yang tak ia duga. Sampai akhirnya ia kewalahan dan menambah jumlah karyawan.

Bisnis yang ia mulai dari tahun 2009 ini berawal dari Nasir yang hanya menitipkan onde-ondenya ke warung-warung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved