Breaking News:

Berita Gianyar

Bangunannya Dirobohkan, Krama Pakudui Kangin Gianyar Tegaskan Tak Lakukan Perlawanan Fisik

Bangunan milik krama Tempekan Pakudui Kangin dirobohkan Desa Adat Pakudui, krama mengaku tak akan melakukan perlawanan fisik

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Masyarakat Pakudui Kangin, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali, berkumpul di depan rumah saat bangunan mereka di lahan Desa Adat Pakudui dirobohkan, Rabu 13 Oktober 2021. 

Awig-awig masih berproses, tapi keburu eksekusi," ujar Subawa saat ditemui depan rumahnya, didampingi krama Pakudui Kangin.

Karena hal tersebutlah pihaknya tidak menanggapi somasi. Sebab pihaknya tidak ingin melewati batasan.

"Kalau melewati batasan kami rasa kurang elok. Kami mengacu pada kesepakatan itu saja," ujarnya.

Terkait apakah pihaknya akan melakukan upaya hukum jika menilai perobohan bangunan tersebut telah melanggar kesepakatan?

Subawa mengatakan masih menunggu kesepakatan krama Pakudui Kangin dan petunjuk dari pemerintah.

Baca juga: Baru Berdamai Akhir Tahun Lalu, Pemkab Gianyar Kembali Mediasi Warga Pakudui Tegalalang

"Kami tak mau terlalu jauh untuk melangkah dan kami tak mau keluar dari yang ditentukan pemerintah," tandasnya.

Subawa mengatakan, bangunan yang dirobohkan tersebut sudah dibangun sejak tahun 1990an.

Bahkan bangunannya sendiri berupa kios, di sana sudah didirikan sejak tahun 1994.

Meskipun demikian, ia menegaskan pihaknya tidak akan melakukan perlawanan fisik atas kerugian tersebut.

"Perlawanan fisik tidak ada. Kalau kami seperti itu, rasanya kurang elok.

Manusia dikasi budi, pikiran. Kalau dengan fisik, penyelesaiannya tidak ada," tandasnya.

(*) 

 
 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved