Breaking News:

Berita Denpasar

Buntut Penipuan Oleh Jaksa Gadungan, Kejati Bali Himbau Warga Agar Berhati-Hati dan Waspada

Terungkapnya kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan jaksa gadungan, SM (57) menjadi catatan penting bagi institusi kejaksaan.

Penulis: Putu Candra | Editor: Karsiani Putri
Tribun Bali/Putu Candra
Tersangka SM dibawa ke mobil tahanan usai menjalani pelimpahan tahap II di Kejari Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terungkapnya kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan jaksa gadungan, SM (57) menjadi catatan penting bagi institusi kejaksaan.

Atas kejadian ini, pihak kejaksaan pun menghimbau warga agar lebih berhati-hati. 

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasi Penkum dan Humas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, A Luga Harlianto usai menerima pelimpahan tahap II tersangka Setiaji Munawar di Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Rabu, 13 Oktober 2021.

"Kepada seluruh masyarakat khususnya di Provinsi Bali untuk meningkatkan kewaspadaannya dalam hal adanya oknum yang mengatasnamakan institusi kejaksaan atau pimpinan kejaksaan dan meminta sejumlah uang, barang, atau fasilitas apapun," himbaunya. 

Mantan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Kacabjari Nusa Penida, Klungkung mengatakan, untuk mendapatkan informasi yang valid warga dipersilakan mengkonfimasi dengan mendatangi kantor kejaksaan atau melalui media sosial Kejati Bali dan Kejari se-Bali. 

Luga juga memperingatkan, bagi siapapun yang berniat mencari keuntungan diri sendiri dengan menggunakan nama institusi Kejaksaan RI dan nama pimpinan Kejaksaan RI akan ditindak tegas. 

"Sebagaimana perbuatan SM tersebut, kami memberikan peringatan untuk menghentikan niat tersebut, dikarenakan kami akan bertindak tegas terhadap perbuatan-perbuatan yang mencoreng nama institusi Kejaksaan RI," tegasnya. 

Baca juga: Dilimpahkan, Oknum Jaksa Gadungan di Denpasar Tipu Korban Rp 256 Juta, Catut Nama Petinggi Kejagung

Baca juga: Mulai 1 November, YouTuber Diwajibkan Untuk Mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah

Baca juga: Ditujukan Khusus untuk Pengguna Remaja, Instagram Siapkan Fitur Rehat Sejenak 

Baca juga: Catat! Hal Ini yang Bisa Dilakukan Pengguna Apabila Facebook, WhatsApp, dan Instagram Down Lagi

"Jaksa Agung RI beserta pimpinan Kejaksaan Agung dan Kajati Bali secara tegas dan jelas berulang kali menyatakan larangan kepada seluruh pegawai kejaksaan melakukan perbuatan melawan hukum atau perbuatan tercela dalam hal ini meminta sejumlah uang, barang, atau apapun sehingga menguntungkan kepentingan diri sendiri. Terdapat bidang Pengawasan dan Satgas 53 yang akan memproses apabila ditemukan adanya pegawai kejaksaan yang melakukan hal tersebut," sambung Luga. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved