Breaking News:

Berita Bali

Inilah Tiga Kunci Membuka Bali untuk Wisatawan Mancanegara

Dari pengalaman beberapa negara, kata vaksinasi merupakan hal penting yang harus dijalankan.

Editor: DionDBPutra
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Sejumlah pejabat stakeholder penerbangan dan pariwisata Bali memantau kegiatan simulasi pelayanan penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Sabtu 9 Oktober 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tanggal 14 Oktober 2021, pemerintah memberlakukan uji coba turis masuk Indonesia lewat Bintan, Batam, dan Bali, setelah 1,5 tahun lebih terkendala pandemi Covid-19.

Uji coba itu pun dilakukan dengan pemberlakuan karantina untuk turis yang datang selama 5 hari, bahkan pihak Angkasa Pura telah melakukan simulasi kesiapan menerima turis pasca-pandemi itu pada Sabtu 9 Oktober 2021.

Kesiapan itu menjadi kunci penting dan krusial, mengingat pariwisata memang rentan dengan bencana/penyakit, konflik/keamanan, dan informasi/pemberitaan yang kurang mempertimbangkan dampak ekonomis.

Baca juga: Penerbangan Internasional Dibuka 14 Oktober 2021, 7 Ribu Kode QR PeduliLindungi Terpasang di Bali

Baca juga: Sehari Jelang Pembukaan Penerbangan Internasional, Begini Harapan Pelaku Pariwisata di Bali

Kunci kesiapan pembukaan jalur lintas internasional untuk wisman itu harus merujuk tiga pertimbangan, yakni pemeriksaan ketat wisman di bandara, protokol kesehatan/prokes ketat di destinasi wisata, dan pemberitaan "cerdas".

Terkait kesiapan dalam pemeriksaan ketat wisman di bandara, pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali bersama sejumlah stakeholder penerbangan dan pariwisata setempat telah melakukan simulasi penerbangan internasional untuk memastikan kesiapan bandara menjelang pembukaan kembali untuk penerbangan internasional pada 14 Oktober.

"Kami melaksanakan simulasi secara nyata untuk menguji standar operasional prosedur yang sudah ditetapkan," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu 9 Oktober 2021.

Simulasi dilakukan dengan melibatkan 90 peserta yang merupakan komunitas bandara yang terdiri atas 88 dewasa dan dua anak. Awalnya, penumpang disimulasikan datang dari Bandara Incheon, Korea Selatan.

Mereka menjalani seluruh prosedur yang telah ditetapkan sesuai SOP kedatangan penumpang dari luar negeri di Bandara Ngurah Rai.

Begitu mendarat dan tiba di terminal kedatangan, para penumpang harus melewati prosedur pengecekan suhu tubuh melalui thermal scanner.

Penumpang dengan suhu badan 38 derajat celcius atau lebih rendah, dapat melanjutkan proses selanjutnya, sedangkan mereka yang suhu badannya di atas 38 derajat celcius, diarahkan menuju ruang pemeriksaan lanjutan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved